Friday, March 18, 2011

I hate being mello..

Gue sejenis orang yang gampang banget kagum sama orang lain. Karena itu juga gue jadi gampang buat suka sama orang. Walaupun beberapa kali pernah jatuh cinta, Jujur sampe sekarang gue belom pernah punya pacar. Selain emang ga ada yang mau (hahahaha..)gue emang berperinsip untuk tidak melakukan hubungan semacam itu. Karena itu (menurut gue) emang komitmen yang belom perlu. Selain itu gue juga punya 2 alasan lain yaitu :

1. Alasan Normative.

Alasan ini ada karena nilai-nilai yang ada di diri gue pribadi. Setiap orang punya nilai yang dipegang. Nilai itu terbentuk dan berkembang sesuai dengan lingkungan dan pola sosialisasi tiap individu. Nilai yang gue pegang ga perlu dijelasin juga pasti kebaca.

2. alasan Idealis

Being idealist is not easy. Tapi dalam hal ini gue sangat idealis. Walopun sebenernya sekarang gue pengen juga ngerasain hal-hal yang dirasain sama orang-orang seumuran gue. Punya orang yang perhatian. Shared about everything. Kalo lagi sakit ada yang manja-manja-in (hahahah.. cuih..). Tapi itu semua menurut gue cuma buang-buang waktu. Gue paling benci kalo ada orang bilang “I love you ato I can’t live without you. Terus putus. Ato udah pacaran 5 sampe 6 tahun atau bahkan lebih, terus putus. I wanna feel a taste that completely new. Even if I have to kiss someone, he should be the only one that I may to.

Secara manusiawi beberapa kali gue pernah suka sama orang. Setiap naksir sama orang gue tau konsekuensinya, yaitu gue hanya bisa ngerasain semacam perasaan orang jatuh cinta tapi ga mungkin jadian karena prinsip tadi dan orang yang gue taksir ga suka juga sama gue : P. Walopun idealis, bukan berarti gue bukan tipe yang termehek-mehek Bahkan gue kadang lebih parah dari mba-mba ato pembokat kalo ngalamin itu. Waktu jaman kuliah gue bahkan rela telat masuk kelas nungguin si orang yang gue taksir lewat. Mau muntah gue inget kejadian kaya gono. Yang lebih ekstrim lagi, gue pernah naksir sama anak mushola. Karena itu gue jadi semangat sholat di awal. Jujur ini bener-bener bukan dampak positif menurut gue. Karena niat gue untuk sholat awal waktu itu mostly karena pengen dilihat sama dia. Bisa ditebak, setelah gue ga naksir lagi, intensitas sholat awal waktu gue jadi lama-lama berkurang.

Engga tau kenapa, setiap selesai suka sama orang atau udah ga naksir lagi, gue pasti nyesel. Pernah gue naksir sama orang trs gue ill feel gara-gara selera filmnya. Cerita nya gini : Untuk urusan kepanitian suatu acara kampus, akhirnya gue dan dia ada di mobil yang sama dengan beberapa orang teman lain. Pas lewatin salah satu Bioskop di daerah Jakarta Selatan, tiba-tiba temen gue yang nyetir (bukan dia yang gue suka) bilang:

“wah banyak film baru nih ..”

Eh dia nyeletuk aja loh ..

“ Eh iya, lo pada udah nonton ayat-ayat cinta belom?”

Yes, ini bener-bener menusuk perut gue. Sebenernya ga ada yang salah sama film kaya gitu. Walopun kaga pernah nonton Ayat-ayat cinta, gue pernah nonton film yang sejenis kok (KCB-red). Tapi ga tau kenapa ini jadi masalah banget buat gue waktu itu. Terus gue nyesel pernah suka sama dia. Nyesel pernah melakukan banyak kebodohan yang kalo gue inget-inget jadi malu sendiri.

Ada dua orang yang gue ga pernah nyesel pernah suka sama mereka. Karena emang khusus dua orang ini gue ga perlu susah-susah cari perhatian ato semacamnya yang, lagi-lagi ga penting dan memalukan. Dua orang ini engga segitu sempurnanya juga. Tapi mereka ngasi gue pengalaman yang berharga, and Unforgetable.

Yang pertama sahabat gue sendiri. Emang bener kalo ada orang yang bilang : ga akan ada persahabatan yang murni antara seorang laki-laki dan perempuan. Dari SMP sampe sekarang, Gue tau gue ga akan pernah bisa jadi sama dia. Tapi setiap ketemu dia, sensasinya akan tetap sama. Senyam-senyumnya. geg-degannya. Dulu waktu gue naksir dia, gue ga perlu cari-cari perhatian, toh dia duduk di sebelah gue kalo di kelas. gue ga perlu nelpon-nelpon ga jelas buat sekedar ngobrol-ngobrol. Toh di sekolah gue ampe bosen ngobrol sama dia (sebagai teman). Dia tau banget kalo gue suka dia. Tapi dia menanggapi dengan sangat bijaksana. Dia ga menjauh juga ga ngasi harapan. Dia tetep jadi sahabat gue. Sampe sekarang. Walopun ga sedekat waktu zaman SMP dan SMA.

Yang kedua, sebut aja namanya joko (bukan nama sebenarnya). Sama dia gue bener-bener ngerasain klimaksnya jatuh cinta. Cinta yang gue pupuk dari kecil, sejak gue bahkan ga tau perasaan apa itu. Gue bisa ngerasain perasaan yang segitu besarnya bahkan tanpa ketemu dia. Dia tinggal di luar jakarta, dan ke luar negeri buat kerja. Dengan dia cinta ini berlapis harapan. Bukan Cuma konyol-konyolan yang ga jelas ending-nya (menurut gue saat itu). Dalam cinta ini ada keyakinan, karena gue tahu cinta kami satu rasa. Sama-sama rasa coklat. Sama-sama berlapis krim vanila. Gue bertahan dalam keadaan long distance dan tanpa status karena gue yakin dia. Karena gue percaya takdir ini untuk kami berdua. I’ve never feel this confidence before.

Tapi gue Cuma manusia. Dia juga begitu. Sepulangnya dari luar negeri, dia dijodohin sama perempuan lain, dan menikah ga lama setelahnya. Pas pertama tahu kenyataan ini gue nangis kaya orang baru kenal sama airmata. Ga habis-habis. Ga selesai-selesai. Saat itu adalah saat yang paling ga enak buat gue. Gue terpuruk.

Tapi lagi, kenyataannya engga separah yang gur pikirkan. Lama-lama gue sadar kalo ga semua yang kita inginkan bisa jadi kenyataan. Kejadian ini memberikan dampak positif buat gue, yaitu gue jadi ga minat lagi buat termenye-menye untuk urusan dengan laki-laki. Im strongger than yesterday, and I’ve moved on in my own way. Gue ga nyesel pernah punya perasan yang segitu dalamnya sama si Joko karena gue tau dia ninggalin gue bukan karena keinginannya. Gue juga yakin kalo ternyata kami emang tidak ditakdirkan untuk menjadi pasangan yang serumah bersama atau sholat subuh berjamaah. Kalo kata Usher: Live your life, and ill live mine. Gue juga ga nyesel karena mencintai Joko merupakan pelajaran berharga dalam hidup gue.

Sekarang gue disini sendri, dan emang lebih baik kaya gini. Gue memilih untuk engga meratap-ratap unutk hal yang belom tentu penting buat gue. Gue lebih cenderung menunggu dan berdoa. Untuk dia yang datang di waktu yang tepat, dan dengan cara yang tepat. Dia yang tujuan hidupnya sama dengan gue.

Lebih dari itu, gue bersyukur sama Allah atas penjagaan-Nya yang berlapis terhadap gue. Atas semua doa yang nampak langsung jawabannya. Atas semua cinta yang belom bisa gue bales sepenuhnya. Aneh memang, Dia yang maha Penyayang segitu cinta sama kita, tapi kadang kita engga sadar dan lebih memilih untuk mencintai manusia yang belom tentu cinta juga sama kita. Seperti kata Istri nya AA Gym :

“Mungkin Allah cemburu melihat kita bahkan lebih mencintai ciptaannya dibandingkan Dia yang membuat seisi dunia menjadi ada”.

Monday, March 14, 2011

Endless Regret

Salah satu sahabat Rasulullah kerap melihat Sayyidina Umar terwawa-tawa sendiri, lalu tak lama kemudian menangis sampai segukan tangis-nya terdengar jelas. Karena penasaran, sahabat tersebut akhirnya bertanya lagsung kepada Sayyidina Umar.

“Wahai Umar, sesungguhnya aku sering melihatmu tertawa-tawa lalu menangis. Kalau boleh tau, apa yang sebenarnya telah terjadi padamu?”

Sambil tetap tersenyum, Umar mulai bercerita kepada sahabatnya.

“yang membuatku melakukan kedua hal tersebut adalah ingatanku kepada masa dimana aku masih merupakan kelompok orang-orang yang bodoh (jahiliyyah). Aku tertawa-tawa sampai geli ketika aku mengingat dulu aku masih menyembah berhala. Ada beberapa berhala yang kami buat dari tepung yang dikeraskan. Namun, ketika kami kesulitan makanan kami mulai memotong bagian demi bagian dari berhla tersebut untuk memakannya. Mulai dari tangan, kaki, sampai akhirnya berhala tersebut habis tak tersisa. Sungguh aku mentertawakan kebodohan kami. Bagaimana bisa kami memakan Tuhan kami sendiri, yang seharusnya kami hormati dan tinggikan.”

Sayyidina Umar tertawa geli di tengah ceritanya.

“lalu apa yang akhirnya membuatmu menangis wahai Umar?”

Sayyidina Umar menghela nafas yang sangat panjang dan melanjutkan ceritanya.

“Yang membuatku akhirnya menangis adalah kejahatan yang pernah aku lakukan dulu. Sewaktu istriku melahirkan anak perempuan, sungguh ia sangat ketakutan akan keselamatan anak itu. Agar aku tidak membunuh anak perempuan kami seperti orang-orang jahiliyyah lakukan pada putri-putri mereka, akhirnya ia mendandani anak kami dengan pakaian laki-laki. Aku yang tidak mengetahui kenyataan yang sebenarnya sangat senang. Aku banggakan anakku pada semua orang Quraisy.”

Sambil mendengar lanjutan cerita, sahabat melihat air mata yang mengalir ke pipi sayyidina Umar.

“Suatu hari aku ajak anakku jalan-jalan menaiki unta, Saat itu ia berusia sekitar 3 atau 4 tahun. .” Umar melanjutkan ceritanya dalam kepiluan yang sangat nampak.

“Ditengah perjalanan dia mita berhenti sebentar untuk buang air kecil. Kami pun berhenti di sebuah gurun. Alangkah kagetnya aku ketika aku membantu anakku untuk buang air kecil dan mengetahui bahwa ia adalah perempuan kau tahu apa yang aku lakukan ?”

“tidak Umar, Apa yang kau lakukan?”

“ Aku menggali pasir di tempat kami berhenti dan menguburnya hidup-hidup. Dia sempat bertanya kepadaku apa yang sedang aku lakukan. Bahkan ia menyeka keringat di dahiku saat aku kelelahan menggali ..”

“Masya Allah… “ Sahabat pun kehabisan kata-kata

“ Ya sahabatku, hal itulah yang aku tangisi dan sesali dalam hidupku. Sungguh apabila ada 1000 orang umat Rasulullah yang Masuk neraka, aku takut aku merupakan salah satu dari mereka. Kalaupun hanya seratus, sepuluh atau hanya satu orang dari ummat rasulullah yang akhirnya masuk neraka, aku takut itu adalah aku karena dosa ku itu .”

Wednesday, March 9, 2011

Prince Charming

Pagi, sekitar jam Stengah tiga hari ini, pertandingan perdelapan final Leg kedua Liga Cahmpion eropa antara Barcelona Vs Arsenal berlangsung di kandang Barca. Hasil Akhirnya 3-1 untuk Barca. Sebenernya gue seneng dengan hasil ini, karena emang mendukung Barca. Over All Pertandingan juga emang dimenangin sama Barca. Mulai dari Shots on goal, sampe ball position (70-30). Tapi ada satu yang bikin bingung. Van Persie dikasi kartu merah sama wasit. Hal ini terjadi gara-gara dia tetep nendang bola, padahal hakim garis udah ngangkat bendera (tanda offside) dan wasit udah meniup periwitannya. tapi ya, (kalo menurut gue) ga perlu sampe di kasi kartu juga si sebenernya.

ni dia nih, Si Van Persie


kalo ngeliat Van Persie, gue berasa ngeliat prince charming yang ada di dongeng-dongeng. yang biasanya dateng saat menyelamatkan putri, kalo engga Cinderela, ya Snow White. HAhahaa.. ga penting si sebenerya.

Yah, Buat Arsenal dan pendukungnya, harapan gue semoga kalian menerima kekalahan ini dengan legowo . hehehehehe *songong.








Monday, February 28, 2011

Nguping Badriyah -2-

Djakarta, ga tau tanggal berapa, Di rumah.

Dira : " De, Kamu jangan maen keluar melulu kek. entar diculik loh."
Badriyah : "apaan si kak dira, orang adya cuma maen ke rumah Awa !!"
Dira : "Ye.. dasar bocah dikasih tau malah ngomel."
Badriyah : "eh kak dira, si Melly kan lagi isi tuh ."
Dira : "hah? Melly siapa? Isi apa?"
badriyah : "itu Melly mamahnya Awa, dikit lagi Awa punya ade"
Dira : " DASAR TUA LO!"

Thursday, February 24, 2011

Nguping Badriyah -1-

Sore hari - Rabu, 23 February 2011

Nenek gue : "masa ada SMS nyasar ke Hp dadah (nenek gue menyebut dirinya).."
badriyah : "Gimana?"
Nenek gue : "dia ngomong : Say, aku kangen banget sama kamu.. kamu Kemana aja si kok ga dateng-dateng.."
Badriyah : "Hah? bilang ya dah sama tu orang. : Saya tuh udah nenek-nenek. NENEK- NENEK " (mukanya gemes sama yang SMS)
Nenek gue : (cengo..)
Gue : "Ini sebenernya yang nenek yang manaa.. -___-

*kadang anak kecil jaman sekarang bersikap ga sesuai umurnya..

Thursday, February 17, 2011

Putro "the Graphologist"


wanna try some thing new?
check this one out !

Wednesday, February 16, 2011

Kurt Hugo



i hate the song actually,
But this version is different..
you'll see

Monday, February 14, 2011

Hari ini, setahun perputaran bulan yang lalu

Hari ini setahun perputaran bulan yang lalu.Berangkat kuliah pagi-pagi. Ga sempet sarapan. Akhirnya beli bubur bedua sama ayah dan makan dijalanan. Buburnya enak. Pedes.

Hari ini setahun perputaran bulan yang lalu.Masuk Kuliah P dan K (Perempuan dan Keadilan). Untungnya jalanan sepi jadi ga macet. Karena kao telat lagi, jatah bolos udah abis dan terancam ga lulus. Masuk kelas sekitar jam 8 pagi. Selesai jam 10.

Hari ini setahun perputaran bulan yang lalu. Selesai kuliah pamitan sama temen2. pekuk-pelukan. Titip do’a. Dianterin sama bocah2 ke parkiran. Foto-foto. Cipika-cipiki. Ada adegan nangisnya juga. Huhuhuhuhuu… sedih juga kalo di inget2..


Tengah hari ini, setahun perputaran bulan yang lalu. Jalanan padat merayap. Apalagi antrian lampu merah (depan Taman Makam Pahlawan Kalibata). Di dalem mobil udah manyun. Agak nyesel juga kenapa tadi ga lewat tol supaya bebas macet. Mana panasnya ga nahan. AC serasa ga guna lagi. Lengkap banget deh.

Masih Hari ini, setahun perputaran bulan yang lalu. Dari jam 10, sekitar jam 12 baru sampe di rumah. Abis itu langsung panik. Siapin koper. Sholat dzuhur gaya “the Flash”. Selesai Sholat siap-siap ganti baju. Rapihin semuanya. Berangkat menuju Bandara. Muka udah pucet banget takut ketinggalan pesawat. Untungnya jalan menuju cengkareng lagi bersahabat banget. Lancar.

Lagi, hari ini, satu tahun perputaran bulan yang lalu. Sampe di Terminal 2D, udah agak sepi, tapi si orang Travel yang gue kenal masih ada. Ohh.. Thank God, berarti ga ditinggal. Setelah itu pamitan sama ayah dan big brother. Ga Lama setelah di tinggal Ayah si Orang Travel bilang kalo Kartu NPWP buat visa gue ketinggalan. Which means gue harus bayar tambahan duit sekitar 2 juta. Sumpah, abis itu gue langsung lari ngejar ayah yang udah sampe di Mobil lagi (asli ga rela kalo harus nambah 2 juta) untungnya ayah belom jalan (Alhamdulillah ya allah… hehehe). Gue kembali dengan Kartu NPWP punya ayah. Dan kami (me, my aunt and my grandmom) selamat dari tambahan biaya. Fuuiiiihhh. Setelah itu Check in, Boarding, dll. Dan ternyata memang nyaris. Ga lama setelah itu pun langsung naek ke pesawat. Fuiiihhhh

Sore hari ini, Setahun perputaran bulan yang lalu. That was not my first time using a plane to travel. Tapi tetep aja deg-degan. norak-nya langsung muncul. Saat take off perut sama kuping ga bisa di ajak kompromi. Kepala juga pusiing.. OMIJIIII.. kampuang banget deh pokoknya. Akhirnya gue memilih untuk tidur. 9 jam di pesawat cukup buat gue merenggangkan otak setelah hari yang hac-tic ini.

Ternyata-oh ternyata, Sampai di Tujuan pun Masih hari ini. Seinget gue, Take off-nya sekitar jam stengah empat sore waktu Indonesia. Tapi karena perbedaan waktu sekitar 4 jam. Kami udah sampe di tujuan sekitar jam 10 malem. Setelah ngurus2 segala macemnya sekitar jam 12 malem kita keluar dari airport. Man.. !! kali ini gue bener-bener merasakan namanya luar negeri. Saat itu gue bukan di Indonesia. Ini lebih rapih. Jam 12 malem kotanya sudah agak sepi. Dari dalam bus gue takjub ngeliatin jalanan, gedung-gedung, Semuanya deh. Semua keribetan hari ini terbayar LUNAS. That was Amazing and Unbelieveable.

Hari itu, 25 Februari 2010 (11 Rabiul Awwal) kali pertama gue ke tempat itu, yang biasa gue liat di tipi-tipi. Yang Rasanya kaya mimpi. Yup, That was Madinnah. The most beautifull place. (for me..)

Thursday, February 10, 2011

Tradisional Konvensional

Kalo kalian fikir ini tulisan ilmiah, kalian salah besar. Ini hanya opini dari saya,

Nadhira (S.sos) yang ga ada sarjana-sarjananya sama sekali..


Akhir-akhir ini, sekitar seminggu belakangan, Isu yang berkembang luas di seluruh Indonesia adalah tentang kekerasan yang dilakukan oleh warga Cikeusik, Banten terhadap Kelompok Ahmadiyah di daerah yang sama. Akibat Kejadian ini sekitar 4 orang tewas, dan beberapa lainnya masih dalam perawatan karena luka-luka yang cukup serius.

Kalau kita perhatikan di televisi, emang cukup menyedihkan apa yang terjadi disana. Dengan Vidio amatir (kok sempet-sempetnya ngerekam adegan kaya gitu ya?) bisa kita lihat kejadian dramatis penganiayaan yang dilakukan oleh masa terhadap anggota kelompok Ahmadiyah. Yang lebih menjengkelkan lagi, Aparat yang dengan segaram lengkapnya masuk di Frame (kelihatan di video), ga bisa berbuat apa-apa bahkan sampai korban penganiayaan nyaris telanjang karena jadi bulan-bulanan masa yang mengamuk.

Penjelasan Collective Behavior dalam Kriminologi adalah suatu perbuatan, baik penyimpangan atau kejahatan, yang dilakukan oleh sekelompok orang. Bila dibandingkan dengan Tindak kejahatan lainnya, tindak kekerasan biasanya memang melibatkan offender (pelaku) yang lebih banyak (McGloin & Piquero, 2009). Collective Behavior sebenernya bukan hanya untuk menjelaskan tentang kejahatan atau kekerasan. Melainkan juga untuk kehidupan kita sehari-hari. Misalnya, kenapa setiap ada kecelakaan jalanan selalu macet? Jawabannya bukan hanya karena mobil yang kecelakaan menghambat laju kendaraan, tetapi juga secara bersama-sama mobil-mobil lain yang lewat memperlambat laju untuk sekedar melihat apa yang terjadi. Collective behavior bisa terjadi bahkan oleh orang-orang yang tidak saling kenal, karena situasinya mengkondisikan mereka untuk melkukan suatu hal sama dalam waktu yang juga bersamaan.

Begitu juga dengan kejadian ini. Warga Cikeusik yang marah karena merasa terusik oleh adanya penyebaran kepercayaan Ahmadiyah di Wilayah mereka merupakan bentuk dari collective behavior dalam kekerasan. Terlepas dari ada atau tidaknya campur tangan ormas dalam kejadian ini, yang tampak secara factual dilapangan memang Ke-Ahmadiyahan dari kelompok tersebut yang menyebabkan kekerasan terjadi. Namun kita juga tidak boleh melupakan, bahwa ada faktor lain yang mengkondisikan. Faktor ini lah yang kita masih belum tahu apa motif dan tujuannya. Permasalahannya lebih rumit dari hanya sekedar Ormas, dan lebih konspiratif dari kasus-kasus seperti Century atau Antasari. Karena ini menyanggut Kepercayaan. Hal yang dianggap paling tinggi untuk sebagian orang, juga paling mengganggu untuk sebagian lainnya.

Islam sebagai agama, dengan segala hukum dan syariatnya, baru ada ketika Nabi Muhammad , Sebagai NABI TERAKHIR, ditetapkan sebagai Rasul di usianya yang ke 40. Nabi-nabi sebelumnya dating membawa agama Allah, namun belum dengan perintah Shalat, zakat, Puasa dan lain-lainnya. Keberadaan Nabi Muhammad sejak dahulu memang bisa dibilang kontroversial. Seorang pemuda sederhana yang hidup dengan biasa saja berhasil menjadi pemimpin di Mekkah, Madinah, bahkan sampai negeri Syam. Sejalan dengan Banyak orang yang mencintainya, kebencian terhadap Muhammad juga mengalir di pihak Quraisy. Singkat cerita perjuangannya membela agama Islam bukan melewati jalan yang mudah melainkan penuh cobaan dan rintangan dari sekitarnya. Hal ini lah yang membuat umat yang mencintainya tetap ada dan tidak akan habis.

Furu’ dan Usul

Terkait dengan pemahaman Aqidah, dalam Islam, ada dua hal yang sangat penting yaitu :

  1. Furu’. Maksudnya adalah cabang atau bagian dari hukum dan syariah Islam namun sifatnya masih boleh berbeda-beda. Seperti misalnya dalam attahiyat setiap sholat, ada kelompok yang menggerak-gerakkan jari telunjuk mereka, ada juga yang tidak. Atau ada perbedaan dalam penghitungan Hilal di Bulan Ramadhan sehingga tanggal Idul Fitri menjadi berbeda-beda. Hal ini bisa ditoleransi karena memang terkadang ada sedikit perbedaan pandangan dari ulama-ulama terdahulu.

  1. Usul. Yang bila diterjemahkan ke Bahasa Indonesia adalah Asal atau pondasi. Kita juga bisa mengartikannya sebagai dasar. Usul adalah bagian dari Aqidah yang merupakan inti dari agama sehingga kita, yang mengaku sebagai orang islam harus mematuhi, tidak bisa berbeda-beda, dan disepakati bersama berdasarkan dalil-dalil yang ada. Allah adalah Tuhan kita, Muhammad SAW adalah nabi terakhir, Alquran Sebagai kitab Suci, jumlah rakaat dalam sholat, berpuasa di bulan Ramadhan, rukun dalam berhaji adalah contoh-contoh bagian dari syariat yang tidak bisa diganggu gugat keberadaannya.
Jadi sebagai umat islam, seharusnya kita sudah bisa membedakan hal-hal yang mana saja yang masih bisa ditoleransi, dan yang mana yang tidak. Jelas di Ahmadiyah sudah banyak terjadi penyimpangan dalam Islam. Dan yang paling mendasar adalah adanya Mirza Ghulam Ahmad Sebagai Nabi dan Tadzkirah sebagai Kitab suci. Mereka juga mempunyai tempat Sucinya sendiri yaitu Rabwah dan Qadiyan yang ada di India.

Menurut opini pribadi penulis, Adanya Ahmadiyah juga merupkan upaya menggeser kedudukan Muhammad dari Islam yang sudah ada ratusan tahun. Menggeser Muhammad berarti Kerusakan Aqidah. Bagaimana tidak? Dalam syahadat aja, yang merupakan tanda seseorang merupakan bagian dari Islam sudah jelas seperti ini :

“ Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi Nabi Muhammad adalah Utusan Allah”

Dalam Pasal 29 ayat 1 UUD 1945 emang dijelasin kalau setiap orang berhak memiliki kepercayaan. Tapi kan ada juga tuh UU tentang penistaan Agama (duh penulis lupa UUnya). Kalau ada orang atau kelompok yang merasa punya Nabi lain, atau panutan lain, atau teladan lain selain Nabi Muhammad, ya tinggal buat agama aja yang baru. That’s Simple. Yang jelas bukan islam. Sekali lagi, tanpa Nabi Muhammad, mereka bukan Islam.

Tanpa membenarkan perbuatan anarkis yang telah terjadi, penulis juga merasa risau dengan keberadaan Ahmadiyah. mungkin banyak orang yang bilang :

biarkan saja , toh mereka menjalani kepercayaan mereka sendiri tanpa mengganggu orang lain!”

Bukankah kalau dibiarkan terus menerus, akan membuat pengikut mereka bertambah banyak? Bukankah kalau tambah banyak, pergeseran Islam juga bisa jadi tambah banyak. Mungkin banyak orang yang ga perduli. Tapi saya peduli. Bodo amat dicap sebagai orang yang berfikiran kolot. Ya saya memang kolot (menurut pemahaman kalian yang menganggap seperti itu). Tapi ini adalah cinta yang sesungguhnya (kalo aja kalian ngerti). Dan cinta ini yang bikin saya GA RELA kalo Nabi Muhammad bahkan disama-samain ama si Mirza Ghulam Ahmad. Karena Nabi Muhammad ga ada duanya. Nabi Muhammad Ga bisa di sama-samain sama siapapun di dunia ini.

Saya pun ga bisa menawarkan solusi pada permasalahan ini. (siapa saya coba?) yang jelas Hukum di Negara ini harus jelas baik subtansinya maupun dalam tataran aplikasi di lapangan. Aparat juga ga boleh cape cari tahu ada apa dibalik semua ini. Sekali lagi jangan cuman bisanya nyalain Ormas. Gampang banget. Yang lebih keren sedikit dong. Penyelidikan yang lebih komprehensif sehingga dapat menemukan akar permasalahannya. Karena Ormas didalamnya ada nilai. Mau ditutup atau di non aktifkan, nilai itu tetap ada dalam setiap anggotanya. Dan tragedi di Cikeusik bukan ga mungkin terulang lagi.

Saya berdoa, dan kita semua harus berdoa semoga hal ini tidak terjadi lagi di kemudian hari .

Hai kamu, Kalian…

Sekuat apapun usahamu, percuma saja..

Karena kami begitu kuat

Karena ikatan kami ikatan yang talinya tidak akan putus

Sekuat apapun kalian mencoba, ya coba saja..

Karena kami yang nanti akan menjadi pemenangnya

Memang tidak ada lagi sayyidina Umar atau Hamzah yang kuat

Yang anginpun takut berhembus di dekat mereka

Tidak ada lagi Sayyidina Ali, yang Kecerdasannya lebih luas dari samudra

Tidak ada juga Sayyidina Usman, yang kaya dan dermawan

yang bisa membiayai perjuangan kami

Tidak Adalagi Sayyidina Abibakr, Bilal dan lainnya.

Tapi Muhammad ada di setiap dari Kami.

Ada di setiap mata dan hati..

Yang tentu kalian tidak punya

Yang lebih berharga dari seisi Dunia..

Dengan Nama Allah yang maha Pegasih Lagi maha penyayang….

Tuesday, February 8, 2011

tak tak dung dung jess....

kangen si yuyun..


kangen si pintar


kangen si kambing gondrong



kangen si "ibu Bank Dunia"




Kangen si Ochunk (kapan mau gambarin sketsa gueee???)

Kangen si Ikan



Kangen si Rambut merah



Kangen si Junet



Kangen si "goober"



kangen si pat pat gulipat



Kangen si Bunda Hanna



Kangen sama Mommynya Aura