




Reaching for the scenes
Reminded by the songs that will never disappear"
ngomong2 soal latihan, gue pengen cerita sedikit tentang pengalaman gue berlatih olahraga yang satu ini. Pertama kali gue berlatih basket itu pada saat gue masuk SMP. Sebenarnya selain Michael Jordan jago banget, ga ada hal lain yang gue tau dari olahraga ini. Berhubung di SMP gue harus ikut ekskul, gue pilihlah basket.
Pelatih SMP gue namanya Jimson Purba. Dia juga guru Olah raga. Hari pertama pak JP (panggilan akrab beliau) kualahan karena yang daftar ekskul ini hampir 60 orang. Karena itu pak JP membaginya menjadi dua tim latihan. Perempuan dan laki-laki. Ada tiga poin penting yang disampaikan oleh pelatih gue itu, yang akan gue share disini. Tiga poin ini memang sebertinya sepele. Namun percaya sama gue, ini adalah inti dari permainan basket yang sebenernya *pasang muka sotoy*
Setelah tiga hal diatas, pertemuan2 berikutnya kami lakukan dengan berlatih pola, lalu pemilihan tim inti, pertandingan-pertandingan dan sebagainya. Semua yang diajarin sama pak JP melekat di otak di setiap latihan. Di setiap pertandingan. Bahkan sampe sekarang.
Selama 3 tahun di SMP 216, yang paling berkesan buat gue memang saat2 gue berlatih dan tanding basket. Sekolah gue itu sangat mendukung segala kegiatan2 siswanya. Setiap pertandingan kami selalu diantar oleh bus yang disewa khusus, Lengkap dengan makan siang. bahkan kepala sekolah selalu melepas kami setiap akan berangkat ke pertandingan. Beliau mengingatkan kami untuk bermain dengan baik dan semangat untuk sekolah kami tercinta. Karena dukungan itu, prestasi kami pun lumayan. Yang paling tinggi adalah juara 2 DKI untuk putri dan juara 1 DKI untuk putra. Semua engga lepas dari jasa Pak JP dan dukungan dari sekolah.
I present this post for my beloved teacher, Mr. Jimson Pu
rba
You’ve teach us how to pass and dribble.
To become a better player each game.
May you Rest In Peace, Sir. Your dedication is unforgettable
with my Parents
and then Juventus (from 1993 until now)
with Angelo Di Livio
me and the legend, Ravaneli in my first years being part of Italian national team.
the 1995's Italian squad.
2004's italian squad. Toti has took my 'lucky number'.
man to man with Zidane at the world cup final 2006
Kissing the cup.
Saat hati mulai menyayangi dia ga pilih-pilih kepada siapa mao nyangkut. Dan yang perlu di garis bawahi, sayang disini ga melulu tentang cinta pada lawan jenis yang bikin galau termehek-mehek. Sayang itu mengamati perkembangan dan menyiramnya dengan perhatian. Dan menurut gue sayang itu juga ada kadarnya. Pasti berbeda-beda ke satu orang dengan yang lain. Contohnya gue sayang sama semua angkatan gue. Tapi mungkin saba, hani, anet, hana, dan sayu lain. Kalau hati gue stadion sepak bola, mereka ada di kursi VVIP. Begitu juga 2008. Gue sayang mereka semua. Tapi Momot, Bobby, dan Arif ada di Podium satu sampai tiga diantara junior2 gue lainnya.
Rasa sayang ga bisa dibuat-buat, dan muncul tanpa dipersapkan. Mereka bertiga tadinya hanya biasa saja. Berawal dari OR Himakrim tahun 2009. Diantara mereka bertiga Cuma bobby yang mendaftar dan akhirnya diterima di divisi gue (Divisi Olahraga ). Momoth mendaftar dan di terima di divisi PSDM (dibawah koordinasi Shayu). Karena kekurangan Orang, gue akhirnya mengajak Momoth untuk membantu jalannya acara Divisi Olahraga yang bernama Krim Competition. Arief yang cukup dekat dengan Bobby pun akhirnya ikut membantu
Bersama beberapa teman lain kami pun menjalankan acara itu dengan terseok-seok. Bgaimana engga? Acara ini cukup banyak peminat, namun dengan jumlah panitia yang sedikit banget. Disaat itu gue bener2 ngalamin susahnya menjalankan sebuah acara. Sebagai PO gue ga hanya harus mengatur acara supaya jalan. Tetapi bagaimana mengatur panitia supaya mao bikin acara jalan. Karena jujur aja yaa.. ada beberapa yang sulit banget untuk komit di acara ini. Bahkan ada panitia yang Cuma dateng di hari pertama, selanjutnya kaburr ga ada berita.
Mereka bertiga lah diantaranya yang bikin gue semangat selalu. Walopun susah dan berat acara itu akhirnya berjalan dengan baik dan lancar. Alhamdulllah. Sebagai penutup Berikut ada kutipan kata2 mereka yang bikin gue semangat untuk memberikan yang terbaik untuk acara ini :
“Santai lah dir, Kalo terjadi apa-apakan ada guaa Dirr,, Sama Pangeran semua pasti bereess.. Pellliisss Diirr…”-Ariefana, 2009- (Face to face)
Saat itu gue lagi bingung tentang suatu hal (gu lupa itu apa) yang jelas pada saat gue mendengar dia ngomong seperti itu gue ga yakin karena gue tau banget arif itu orang kaya apa. bisa dibilang omongannya jarang (JARANG) banget ada yang bisa di pegang. Tapi seiring berjalannya Krim Competition, pandangan gue berubah. walopun selengean, tapi terbukti komitmennya sangat dia pegang.
“ Kaki gue keseleo dir, bekas tanding kemaren. Tapi gue usahain tetep dateng Hari minggu’ Bob Ivan, 2009 (SMS)
seperti yang gue bilang di awal, bobby satu2nya yang terdaftar sebagai staff di divisi Olahraga. karena itu, projek gue dengan bobby bukan hanya Krim Competition, tetapi juga Olimfis. Sms ini gue terima sehari setelah pertandingan basket (kalo ga salah) dimana week-end nya kita tetep harus ngurusin pertandingan di cabang Atletik. gue sebenernya udah pasrah, dan siap2 ngurusin segala halnya sendirian. Tapi Bobski bukan orang yang suka ninggalin tanggung jawabnya. Akhirnya dia tetep dateng walopun terpincang-pincang.
"Hahahahaa,, santaiii..bareng2 kan capenyaa?? santai aja lah. Mudah2an lancarr. amin. hehe" -Lilis Lisnawati, 2009- (Facebook Wall)
Sebenernya ini merupakan balesan dari momoth terkait dengan wallpost gue sebelomnya. gue saat itu ada di titik "ga enak" sama panitia2 Krim Competition. gue ngerasa udah sangat bikin mereka capek dan jadi ga fokus kuliah. Kalo ga salah gue kirim wall kaya gini : "Moth, jangan cape ya.... bla bla bla (gue lupa). Setelah dibales seperti jawaban momoth di atas, gue jadi semangat lagi. dan yakin kalo kami (semua panitia) bisa menyelesaikan tanggung jawab ini dengan baik dan lancar.
Gue ga peduli.
Disaat orang-orang berteriak isu-isu yang lagi IN. Mulai dari HAM sampe Intelejen.
Dari Antasari sampe Arab Saudi. Atau juga rok mini, korupsi dan Bom Bunuh Diri.
Gue juga ga peduli
Saat kritik dimana-mana. Hujatan meraja lela.
Gue ga berbuat apa-apa
Saat ternyata agama yang gue percaya yang di kambing hitamkan.
Gue ga tertarik buat komentar
Saat semua orang berubah jadi pembicara. Ilmu dapat diserap dimana saja, dari siapa saja. Tapi ilmu itu lemah tanpa rangka. Seperti raga tanpa jiwa.
Gue ga mao sok pinter dengan teori
(Yeah, karena mostly juga gue udah lupa)
Karena teori bukan realitas, dan besar kemungkinannya jadi bias.
Gue memilih untuk diam
Ya diam. Walopun nyesek sampe ubun-ubun
Karena banyak orang yang melihat tapi seperti rabun
Dunia maya membuka peluang yang besar untuk setiap orang dengan bebas mengeluarkan isi dalam pikirannya. Tapi disaat yang bersamaan juga menggiring cara pikir kita.
My two brothers had influenced their habit to me since I was a kid. It also happened with my taste of music. This is one of my lifetime favorite song.