Friday, November 11, 2011

10 December 2011

Until the day the ocean doesn't touch the sand.
Now and forever, I will be your man
Richard Marx, Now and Forever


I've never have desire to go to a concert before. Oke honestly, i have never been on a concert. but a quite big billboard near by my house interfere my mind. every time i pass the way where that billboard stand, i'm talking to my self
I am not going watch this concert. I'm not going. I'm not going. But in Fact I want to.



source


Ticket price :

Diamond
Rp. 1,500,000 A / Diamond
Emerald
Rp. 750,000 BL & BR / Emerald
Sapphire
Rp. 350,000 CL & CR / Sapphire





Link
Unfortunately, my financial condition does not allow me to attend this concert.

Well, I don't think I'll be on the show. Good luck with your concert, Richard !

Wednesday, November 9, 2011

memorable - 3

Hani, si Batu Kali


Suatu sore di peron station Universitas Indonesia, 2006

Hani : "Boby, lo tau ga lagu yang enak banget tuhh."

Gue : "ya lagu yang enak banyak han.. yang manaaa?"

Hani : "Itu tuhh.. waktu kita SMA nge- Trend nyaa.."

Anet : "ya banyak pan lagu pas kita SMA. Because Of You ?"

Hani : "Bukan bukan… yang awalnya ada suara pianonya.."

Saba : "Ahh gue tau,, All my life kan…"

Gue : "oh iya All my life. Gue juga suka"

Hani :" bukan bukan… yang gini lo awalnya …. “baby baby baby baby….”

Gue : "Iya itu judulnya All my life kannn?"

Hani : "bukannn.. yang gini nih.. I will never find another lover.. sweeter than you..

Sweeter than you

Gue :" iya itu judulnya All my life, batuuuuu.."

Shayu : "Ude biarin aja bob.. biarin dia dengan imaginasinyaa.. ahahaha"

Hani : iya emang bukan. Ini lho yang “ close to me you like my mother,, close to me you

like my father

saba : “ ahahahaha.. lo ga percayaan ya hann.. itu all my lifeeee

hani : "ini lhooo yang reff-nya ….." (hani langsung diem menyadari sesuatu )

anet : “noh noh… gimana reff-nya han,,, hahahahahah…”

Hani : “ oiya bener ya .. All my lifee… hehehehe”

Gue, anet, shayu, saba : (-_______-")

Monday, November 7, 2011

Remember This Place






"Longing for the schoolyard
Reaching for the scenes
Reminded by the songs that will never disappear"

Liquido - Play Some Rock


Tuesday, November 1, 2011

Its Not How To Play, But How We Practice



Tim Basket Putri Krim untuk Olimfis 2011 bersama gue, mamang dan bobby



Tahun ini, tim basket putri Krim dapet juara ke2 di Olimfis. walopun kalah di Final (lagi-lagi) pas lawan ADM, ini pencapaian terbesar selama beberapa tahun terakhir. Sebenernya gue emang udah ga main. Hehehe.. tapi ga tahan banget kalo denger ada latihan-latihan yang masih mungkin gue datangi. Dan gue pun ikut berlatih bersama mereka.

ngomong2 soal latihan, gue pengen cerita sedikit tentang pengalaman gue berlatih olahraga yang satu ini. Pertama kali gue berlatih basket itu pada saat gue masuk SMP. Sebenarnya selain Michael Jordan jago banget, ga ada hal lain yang gue tau dari olahraga ini. Berhubung di SMP gue harus ikut ekskul, gue pilihlah basket.

Pelatih SMP gue namanya Jimson Purba. Dia juga guru Olah raga. Hari pertama pak JP (panggilan akrab beliau) kualahan karena yang daftar ekskul ini hampir 60 orang. Karena itu pak JP membaginya menjadi dua tim latihan. Perempuan dan laki-laki. Ada tiga poin penting yang disampaikan oleh pelatih gue itu, yang akan gue share disini. Tiga poin ini memang sebertinya sepele. Namun percaya sama gue, ini adalah inti dari permainan basket yang sebenernya *pasang muka sotoy*

  1. Hal pertama yang pelatih gue ajarkan waktu itu adalah mengakrabkan diri dengan bola. Atau bahasa kerennya, let the ball be your friend. Konsep itu pak JP aplikasikan dengan menyuruh kami dribble di tempat selama beberapa menit (baca: lama banget) jujur aja, gue sempet bête pas disuruh dribble lama2. Pliss deh pak, emang sih gue ga tau apa2 soal basket, tapi kalo Cuma dribble doing mah gue bisa <--- pikir gue saat itu. Setelah itu pak JP menyuruh kami mendribble dari ujung lapangan ke ujung lainnya. Begitu terus sepanjang latian. Boro-boro mau game, latihan masukan bola ke keranjang aja belom pak JP perintahkan ke pada kami di awal2 latihan. Alhasil banyak sekali yang mengundurkan diri saat di beberapa minggu pertama. Tapi untungnya gue bukan salah satu diantara mereka. Yeah!

  1. Hal kedua yang diajarkan Pak JP adalah jangan maruk. Hal ini pak JP ajarkan ke kami melalui tehnik2 passing ato operan. Dari beberapa tehnik passing yang ada, yang paling di tekankan ke kami adalah 3 passing utama yaitu : Bounce Pass, Over Head pass, dan Chest Pass.
    • Chest Pass adalah passing yang dilakukan dari depan dada. Untuk memperkuat operan pak JP menginstruksikan kami untuk mengedepankan salah satu kaki sebagai bantuan supply tenaga
    • Bounce pas adalah passing memantul. Biasanya tehnik pasiing ini dilakukan apabila lawan kita ternyata tebih tinggi. Atau ketika operan dada (chest pass) sedag tidak mungkin dilakukan.
    • Over head Pass adalah passing dilakukan untuk jangkauan yang tinggi.

  1. Hal ke tiga yang juga penting adalah jangan takut buat shooting. Menurut pak JP, kadang orang yang jago, kalah sama orang yang berani. Orang jago yang kebanyakan mikir akan banyak ruginya. Tentunya, untuk jadi orang yang berani kita harus tahu tekniknya. Pak JP mengajari kami mulai dari cara megang bola, pengarahan lemparan, sampe penggunaan kaki untuk memompa tenaga supaya lemparannya kenceng. Khusus untuk free throw, pak JP mengajari kami satu per satu. Dia menginstruksikan kami untuk melempar ke arah ring tanpa melompat dari jarak yang sangat dekat. Terus menerus sampai bolanya masuk. Apa bila bolanya masuk, kami mundur sedikit, lalu mencoba memasukkan bolanya lagi. Apabila masuk lagi, mundur lagi. Begitu terus sampai di garis free throw. Menurut pak JP, melempar bola ke keranjang itu juga butuh feel. Hal di atas pak JP ajarkan agar kami terbiasa mengukur kekuatan lemparan dari berbagai jarak. Khususnya pada saat free throw.

Setelah tiga hal diatas, pertemuan2 berikutnya kami lakukan dengan berlatih pola, lalu pemilihan tim inti, pertandingan-pertandingan dan sebagainya. Semua yang diajarin sama pak JP melekat di otak di setiap latihan. Di setiap pertandingan. Bahkan sampe sekarang.

Selama 3 tahun di SMP 216, yang paling berkesan buat gue memang saat2 gue berlatih dan tanding basket. Sekolah gue itu sangat mendukung segala kegiatan2 siswanya. Setiap pertandingan kami selalu diantar oleh bus yang disewa khusus, Lengkap dengan makan siang. bahkan kepala sekolah selalu melepas kami setiap akan berangkat ke pertandingan. Beliau mengingatkan kami untuk bermain dengan baik dan semangat untuk sekolah kami tercinta. Karena dukungan itu, prestasi kami pun lumayan. Yang paling tinggi adalah juara 2 DKI untuk putri dan juara 1 DKI untuk putra. Semua engga lepas dari jasa Pak JP dan dukungan dari sekolah.


I present this post for my beloved teacher, Mr. Jimson Purba

You’ve teach us how to pass and dribble.

To become a better player each game.

May you Rest In Peace, Sir. Your dedication is unforgettable

Saturday, October 29, 2011

Always Ale!

I adore Ale since very first time I know about football. The first match I saw was Champion league’s Final between Juve and Ajax Amsterdam. At that time, Juve owned the trophy as a champion of that great competition. After long journey , Ale going to end his contract with Juve at the end of this season (2011-2012)

hi, My name is Ale.. :)



me, my father and my first trophy.



with my Parents



my first professional football team was Padova (1991-1993)



and then Juventus (from 1993 until now)



with Angelo Di Livio



me and the legend, Ravaneli in my first years being part of Italian national team.



the 1995's Italian squad.



2004's italian squad. Toti has took my 'lucky number'.




man to man with Zidane at the world cup final 2006



Kissing the cup.



More Picture you can browse at www.alessandrodelpiero.com