But this version is different..
you'll see
Hari ini setahun perputaran bulan yang lalu.Masuk Kuliah P dan K (Perempuan dan Keadilan). Untungnya jalanan sepi jadi ga macet. Karena kao telat lagi, jatah bolos udah abis dan terancam ga lulus. Masuk kelas sekitar jam 8 pagi. Selesai jam 10.
Hari ini setahun perputaran bulan yang lalu. Selesai kuliah pamitan sama temen2. pekuk-pelukan. Titip do’a. Dianterin sama bocah2 ke parkiran. Foto-foto. Cipika-cipiki. Ada adegan nangisnya juga. Huhuhuhuhuu… sedih juga kalo di inget2..
Tengah hari ini, setahun perputaran bulan yang lalu. Jalanan padat merayap. Apalagi antrian lampu merah (depan Taman Makam Pahlawan Kalibata). Di dalem mobil udah manyun. Agak nyesel juga kenapa tadi ga lewat tol supaya bebas macet. Mana panasnya ga nahan. AC serasa ga guna lagi. Lengkap banget deh.
Masih Hari ini, setahun perputaran bulan yang lalu. Dari jam 10, sekitar jam 12 baru sampe di rumah. Abis itu langsung panik. Siapin koper. Sholat dzuhur gaya “the Flash”. Selesai Sholat siap-siap ganti baju. Rapihin semuanya. Berangkat menuju Bandara. Muka udah pucet banget takut ketinggalan pesawat. Untungnya jalan menuju cengkareng lagi bersahabat banget. Lancar.
Lagi, hari ini, satu tahun perputaran bulan yang lalu. Sampe di Terminal 2D, udah agak sepi, tapi si orang Travel yang gue kenal masih ada. Ohh.. Thank God, berarti ga ditinggal. Setelah itu pamitan sama ayah dan big brother. Ga Lama setelah di tinggal Ayah si Orang Travel bilang kalo Kartu NPWP buat visa gue ketinggalan. Which means gue harus bayar tambahan duit sekitar 2 juta. Sumpah, abis itu gue langsung lari ngejar ayah yang udah sampe di Mobil lagi (asli ga rela kalo harus nambah 2 juta) untungnya ayah belom jalan (Alhamdulillah ya allah… hehehe). Gue kembali dengan Kartu NPWP punya ayah. Dan kami (me, my aunt and my grandmom) selamat dari tambahan biaya. Fuuiiiihhh. Setelah itu Check in, Boarding, dll. Dan ternyata memang nyaris. Ga lama setelah itu pun langsung naek ke pesawat. Fuiiihhhh
Sore hari ini, Setahun perputaran bulan yang lalu. That was not my first time using a plane to travel. Tapi tetep aja deg-degan. norak-nya langsung muncul. Saat take off perut sama kuping ga bisa di ajak kompromi. Kepala juga pusiing.. OMIJIIII.. kampuang banget deh pokoknya. Akhirnya gue memilih untuk tidur. 9 jam di pesawat cukup buat gue merenggangkan otak setelah hari yang hac-tic ini.
Ternyata-oh ternyata, Sampai di Tujuan pun Masih hari ini. Seinget gue, Take off-nya sekitar jam stengah empat sore waktu Indonesia. Tapi karena perbedaan waktu sekitar 4 jam. Kami udah sampe di tujuan sekitar jam 10 malem. Setelah ngurus2 segala macemnya sekitar jam 12 malem kita keluar dari airport. Man.. !! kali ini gue bener-bener merasakan namanya luar negeri. Saat itu gue bukan di Indonesia. Ini lebih rapih. Jam 12 malem kotanya sudah agak sepi. Dari dalam bus gue takjub ngeliatin jalanan, gedung-gedung, Semuanya deh. Semua keribetan hari ini terbayar LUNAS. That was Amazing and Unbelieveable.
Hari itu, 25 Februari 2010 (11 Rabiul Awwal) kali pertama gue ke tempat itu, yang biasa gue liat di tipi-tipi. Yang Rasanya kaya mimpi. Yup, That was Madinnah. The most beautifull place. (for me..)
Kalo kalian fikir ini tulisan ilmiah, kalian salah besar. Ini hanya opini dari saya,
Nadhira (S.sos) yang ga ada sarjana-sarjananya sama sekali..
Akhir-akhir ini, sekitar seminggu belakangan, Isu yang berkembang luas di seluruh Indonesia adalah tentang kekerasan yang dilakukan oleh warga Cikeusik, Banten terhadap Kelompok Ahmadiyah di daerah yang sama. Akibat Kejadian ini sekitar 4 orang tewas, dan beberapa lainnya masih dalam perawatan karena luka-luka yang cukup serius.
Kalau kita perhatikan di televisi, emang cukup menyedihkan apa yang terjadi disana. Dengan Vidio amatir (kok sempet-sempetnya ngerekam adegan kaya gitu ya?) bisa kita lihat kejadian dramatis penganiayaan yang dilakukan oleh masa terhadap anggota kelompok Ahmadiyah. Yang lebih menjengkelkan lagi, Aparat yang dengan segaram lengkapnya masuk di Frame (kelihatan di video), ga bisa berbuat apa-apa bahkan sampai korban penganiayaan nyaris telanjang karena jadi bulan-bulanan masa yang mengamuk.
Penjelasan Collective Behavior dalam Kriminologi adalah suatu perbuatan, baik penyimpangan atau kejahatan, yang dilakukan oleh sekelompok orang. Bila dibandingkan dengan Tindak kejahatan lainnya, tindak kekerasan biasanya memang melibatkan offender (pelaku) yang lebih banyak (McGloin & Piquero, 2009). Collective Behavior sebenernya bukan hanya untuk menjelaskan tentang kejahatan atau kekerasan. Melainkan juga untuk kehidupan kita sehari-hari. Misalnya, kenapa setiap ada kecelakaan jalanan selalu macet? Jawabannya bukan hanya karena mobil yang kecelakaan menghambat laju kendaraan, tetapi juga secara bersama-sama mobil-mobil lain yang lewat memperlambat laju untuk sekedar melihat apa yang terjadi. Collective behavior bisa terjadi bahkan oleh orang-orang yang tidak saling kenal, karena situasinya mengkondisikan mereka untuk melkukan suatu hal sama dalam waktu yang juga bersamaan.
Begitu juga dengan kejadian ini. Warga Cikeusik yang marah karena merasa terusik oleh adanya penyebaran kepercayaan Ahmadiyah di Wilayah mereka merupakan bentuk dari collective behavior dalam kekerasan. Terlepas dari ada atau tidaknya campur tangan ormas dalam kejadian ini, yang tampak secara factual dilapangan memang Ke-Ahmadiyahan dari kelompok tersebut yang menyebabkan kekerasan terjadi. Namun kita juga tidak boleh melupakan, bahwa ada faktor lain yang mengkondisikan. Faktor ini lah yang kita masih belum tahu apa motif dan tujuannya. Permasalahannya lebih rumit dari hanya sekedar Ormas, dan lebih konspiratif dari kasus-kasus seperti Century atau Antasari. Karena ini menyanggut Kepercayaan. Hal yang dianggap paling tinggi untuk sebagian orang, juga paling mengganggu untuk sebagian lainnya.
Islam sebagai agama, dengan segala hukum dan syariatnya, baru ada ketika Nabi Muhammad , Sebagai NABI TERAKHIR, ditetapkan sebagai Rasul di usianya yang ke 40. Nabi-nabi sebelumnya dating membawa agama Allah, namun belum dengan perintah Shalat, zakat, Puasa dan lain-lainnya. Keberadaan Nabi Muhammad sejak dahulu memang bisa dibilang kontroversial. Seorang pemuda sederhana yang hidup dengan biasa saja berhasil menjadi pemimpin di Mekkah, Madinah, bahkan sampai negeri Syam. Sejalan dengan Banyak orang yang mencintainya, kebencian terhadap Muhammad juga mengalir di pihak Quraisy. Singkat cerita perjuangannya membela agama Islam bukan melewati jalan yang mudah melainkan penuh cobaan dan rintangan dari sekitarnya. Hal ini lah yang membuat umat yang mencintainya tetap ada dan tidak akan habis.
Furu’ dan Usul
Terkait dengan pemahaman Aqidah, dalam Islam, ada dua hal yang sangat penting yaitu :
Menurut opini pribadi penulis, Adanya Ahmadiyah juga merupkan upaya menggeser kedudukan Muhammad dari Islam yang sudah ada ratusan tahun. Menggeser Muhammad berarti Kerusakan Aqidah. Bagaimana tidak? Dalam syahadat aja, yang merupakan tanda seseorang merupakan bagian dari Islam sudah jelas seperti ini :
“ Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi Nabi Muhammad adalah Utusan Allah”
Dalam Pasal 29 ayat 1 UUD 1945 emang dijelasin kalau setiap orang berhak memiliki kepercayaan. Tapi kan ada juga tuh UU tentang penistaan Agama (duh penulis lupa UUnya). Kalau ada orang atau kelompok yang merasa punya Nabi lain, atau panutan lain, atau teladan lain selain Nabi Muhammad, ya tinggal buat agama aja yang baru. That’s Simple. Yang jelas bukan islam. Sekali lagi, tanpa Nabi Muhammad, mereka bukan Islam.
Tanpa membenarkan perbuatan anarkis yang telah terjadi, penulis juga merasa risau dengan keberadaan Ahmadiyah. mungkin banyak orang yang bilang :
“biarkan saja , toh mereka menjalani kepercayaan mereka sendiri tanpa mengganggu orang lain!”
Bukankah kalau dibiarkan terus menerus, akan membuat pengikut mereka bertambah banyak? Bukankah kalau tambah banyak, pergeseran Islam juga bisa jadi tambah banyak. Mungkin banyak orang yang ga perduli. Tapi saya peduli. Bodo amat dicap sebagai orang yang berfikiran kolot. Ya saya memang kolot (menurut pemahaman kalian yang menganggap seperti itu). Tapi ini adalah cinta yang sesungguhnya (kalo aja kalian ngerti). Dan cinta ini yang bikin saya GA RELA kalo Nabi Muhammad bahkan disama-samain ama si Mirza Ghulam Ahmad. Karena Nabi Muhammad ga ada duanya. Nabi Muhammad Ga bisa di sama-samain sama siapapun di dunia ini.
Saya pun ga bisa menawarkan solusi pada permasalahan ini. (siapa saya coba?) yang jelas Hukum di Negara ini harus jelas baik subtansinya maupun dalam tataran aplikasi di lapangan. Aparat juga ga boleh cape cari tahu ada apa dibalik semua ini. Sekali lagi jangan cuman bisanya nyalain Ormas. Gampang banget. Yang lebih keren sedikit dong. Penyelidikan yang lebih komprehensif sehingga dapat menemukan akar permasalahannya. Karena Ormas didalamnya ada nilai. Mau ditutup atau di non aktifkan, nilai itu tetap ada dalam setiap anggotanya. Dan tragedi di Cikeusik bukan ga mungkin terulang lagi.
Saya berdoa, dan kita semua harus berdoa semoga hal ini tidak terjadi lagi di kemudian hari .
Hai kamu, Kalian…
Sekuat apapun usahamu, percuma saja..
Karena kami begitu kuat
Karena ikatan kami ikatan yang talinya tidak akan putus
Sekuat apapun kalian mencoba, ya coba saja..
Karena kami yang nanti akan menjadi pemenangnya
Memang tidak ada lagi sayyidina Umar atau Hamzah yang kuat
Yang anginpun takut berhembus di dekat mereka
Tidak ada lagi Sayyidina Ali, yang Kecerdasannya lebih luas dari samudra
Tidak ada juga Sayyidina Usman, yang kaya dan dermawan
yang bisa membiayai perjuangan kami
Tidak Adalagi Sayyidina Abibakr, Bilal dan lainnya.
Tapi Muhammad ada di setiap dari Kami.
Ada di setiap mata dan hati..
Yang tentu kalian tidak punya
Yang lebih berharga dari seisi Dunia..
Dengan Nama Allah yang maha Pegasih Lagi maha penyayang….
Don't walk in front of me, I may not follow.
Don't walk behind me, I may not lead.
Just walk beside me and be my friend.-- Albert Camus
Sebenernya gue paling ga demen nih saat-saat kaya gini. Termehek-mehek. Selalu kepikiran. Mulai (lagi) ngebayangin yang engga-engga.
Yah,, apa lagi namanya kalo bukan merasakan sesuatu dari hati yang paling dalam terhadap seseorang sehingga ia menjadi objek yang selalu menjadi focus pemikiran kita hingga makan pun tidak enak, tidur pun tidak nyenyak, minum jadi kembung, sendok ketuker sama garpu, kulkas jadi ga dingin sehingga nasi jadi basi.
Ia, maksud gue a simple thing called falling in love.
Pada awalnya, gue sangat menghargai kalimat sakti itu (fall in love) sebagai sesuatu yang tinggi, indah, bukan sesuatu yang bisa dipermainkan, tidak bisa digantikan begitu saja, pokoknya segala macem yang bagus2 deh. Tapi kenyataannya, mendengar cerita-cerita teman, melihat pengalaman mereka secara langsung, dan mengamati perkembangannya, gue jadi sangat meragukan. Bisa dibilang sekarang gue udah kehilangan kepercayaan sekitar 80 % terhadap yang namanya cinta-cintaan. Karena faktanya, setelah terjatuh terjembab gara-gara ditinggal kawin oleh someone who used to be the one, gue fine-fine aja dan menjalani hidup ini dengan saik bais ya kan.. hehehe..
Ahhh.. tapi ya ini, godaan menjelma menjadi fenomena alam yang udah gue jelaskan panjang dan lebar di atas. Piff. Seonggok pipi lucu dengan badan yang tak lagi segemuk dulu muncul di hadapan. Dengan senyum yang sama, dan suara yang sama. Ketemu sama dia kaya masuk ke dalam ruangan lapuk yang lama ga ada penghuninya. Berdebu tapi ngangenin. Ada memori yang berusaha buat di lupain tapi tetap ada dan ga mau pindah. Memori tentang dia buat gue lebih indah dari sekedar cinta-cintaan. Lebih jujur dari sekedar pengakuan sayang. Dan lebih ngangenin dari LDR (long distance relationship). Ahahahaha.
Detail memori tentang dia cukup gue aja yang simpen. Karena ga penting juga kalo di beber-beberin. But, its was difficult for me to erased the moments we had together in the past. Tapi (lagi) gue yakinin kalo sekarang yang terjadi sama gue bukan lagi pall in lop.. hehe.. tapi lebih ke rasa sayang terhadap seorang sahabat lama. Atau rasa kangen pengen main-main kaya dulu lagi. Pulang bareng. Pokoknya yang lucu-lucu, tanpa perasaan aneh-aneh yang bikin pertemanan jadi rusak berantakan.
Hey fiend, I’m not the one who always stay by your side
But you know , the first heart who feel what you feel is mine
Every birth brings happiness
As every baby cry, they give us smile
I’m happy for both of you (Mimi and Said)
For the birth of Ali, and the happiness that he brings
However , He's almost perfect, though simple.Gerombolan pedagang dari Makkah akan istirahat sejenak di rumah seorang Pendeta bernama Bukhairo. Dengan senang hati Pendeta memandang gerombolan tersebut dari kejauhan. Ada yang membuatnya agak terkejut. Dipandanginya langit yang terang tanpa awan. Namun ada satu awan yang mengikuti perjalanan gerombolan tersebut. Awan itu berhenti tepat didepan rumah pendeta. Sesampainya di Rumah, Pendeta langsung menjamu para pedagang makan siang, dan ia pun kembali terkejut. Awan tadi sekarang sedang berdiam tepat diatas pepohonan dimana unta-unta pedagang di Istirahatkan.
Dengan penasaran pendeta pun bertanya kepada salah satu dari pedagang.
“ Apa masih ada salah satu diantara kalian yang belum hadir untuk makan ?”
Pedagangpun menjawab :
“Ahh.. Tidak. Semua sudah ada di sini ..”
“Apakah kau Yakin ?” Tanya pendeta kembali.
“Yaaaa.. ada seorang bocah yang ikut membantu kami dalam berdagang. Namun ia bukan bagian dari kami. Sudahlah tidak perlu dihiraukan”.
Setelah mendapatkan jawaban dari pedagang, Pendeta Bukhairo langsung menghampiri kumpulan Unta dan anak yang dimaksud. Pelan-pelan ia Mendekat. Dilihatnya satu lagi Keanehan. Pohon yan besar di dekat rumahnya sekarang berubah posisi menjadi miring. Ia tahu betul bagaimana posisi pohon ini. Dan jelas. Pohon ini menjadi miring untuk menaungi anak kecil yang sedang beristirahat dengan beberapa unta. Sambil memandangi anak tersebut Pendeta Bukhairo berkata dalam hati
“Dialah Nabi Akhir Zaman….”

Langit hari itu terang dibantu oleh pencahayaan luar biasa oleh surya.
Mereka berjalan menuju medinah, tempat Abdullah di makamkan.
Di perjalanan pulang, tiba-tiba saja Aminah merasakan sakit yang amat sangat.
Hingga Ia meninggal dunia dalam dekapan Ummu Aiman, Hamba sahaya yang Menemani
perjalanan mereka. Muhammad kecil tertunduk Melihat ibunya.
Ibunya yang sudah tidak bernyawa