Tuesday, May 24, 2011

Memorable-1

"mau jadi apa lu nad? kasian orang tua lu, nyari uang capek capek buat lu kuliah.
udah ah taubat. malu sama umur. maaf kalo gua menggurui.."
Jakarta, 24 November 2009 - 8.18 p.m


Did You really mean it ?

Friday, May 20, 2011

Takes All

When I was trying to figure what am I supposed to be, I found it hard and then I stop.


"if you can undergo all the options that exist and make you happy, then why only one that you've choose and leave regret for the rest? "



Saturday, May 14, 2011

IF I WERE A BOY

You don't listen to her
You don't care how it hurts
Until you lose the one you wanted
'Cause you're taking her for granted
And everything you had got destroyed
But you're just a boy

If I Were a Boy- Beyonce Knowles


Dibawah ini akan gue tuliskan beberapa impian gue. Khusus yang ini agak special. Ini adalah hal-hal yang gue akan lakukan, tapi kalo gue terlahirkan sebagai seorang laki-laki.

1. Its weird. I know. but first of All, gue pengen jadi Polisi. Iya, emang gue tau kalo cewe juga bisa jadi polisi. Hanya saja di Indonesia, kalo mao jadi Polisi perempuan tidak di perkenankan menggunakan Jilbab, Kecuali yang akan di tugaskan ke Nangroe Aceh Darusalam. (NAD). Untuk lebih jelasnya bisa dilihat disini. Pertanyaan Selanjutnya Kenapa gue mao jadi Polisi ? Yup jawabannya karena gue pengen jadi Investigator atao Penyelidik/Penyidik atau bahasa kerennya Detektif. Semenjak meneliti keseharian penyidik untuk Tugas Akhir, gue jadi tau kalo sebenernya kehidupan mereka itu seru banget. Pergi dari satu daerah ke daerah lain, menyamar, membuntuti target, yang tadinya gue Cuma lihat di tipi (detective Conan - red). Selama penelitian itu gue melihat secara langsung pembagian tugas, dan bagaimana mereka menganalisis suatu kasus. Dan gue bangga, ternyata mereka (Penyidik BNN) sangat keren. Dengan mobilisasi tingkat tingi dan kemampuan menganalisis yang oke, Para penyidik menyelesaikan berbagai macam kasus yang ada.

Polisi Wanita yang bertugas di NAD


2. Kalo gue laki-laki, gue juga pengen banget jadi Muadzin. Muadzin itu adalah sebutan untuk orang yang mengumandangkan Adzan di Masjid atau Mushola. Alasannya Simpel, karena gue suka mengeluarkan suara gue. Yeahh.. gue suka nyanyi, tapi ga suka jadi penyanyi. Andai saja perempuan diperkenankan untuk melakukan Adzan, InsyaAllah gue pengen banget jadi orang beruntung yang mengumandangkannya. Tapi aturan ALLAH dibuat bukan untuk dipertanyakan. Gue yakin, yang sudah ditetapkan itu yang terbaik, termasuk mengenai Adzan yang hanya boleh dilakukan oleh laki-laki.


3. Kalo gue laki-laki gue mao jadi Atlet dengan serius. Gue ga akan setengah-setengah. Entah Basket atau Sepak Bola, gue punya mimpi buat jadi Atlet yang terkenal. Ikut IBL atau ISL. Berkompetisi setiap hari, and paid for it. Oke – oke, gue tau, kalo jadi atlet, perempuan juga bisa. Dimanapun, siapapun, asal punya bakat dan kemauan untuk berlatih terus. Tapi Buat gue, mayoritas kehidupan perempuan seharusnya dihabiskan di dalam rumahnya. Menjaga anak-anaknya, mengurus suaminya, Bertanggung jawab pada orangtuanya. Bukan gue menganggap perempuan ga pantes jadi Atlet lho ya, hanya saja prioritas setiap orang berbeda-beda. Menjadi Atlet menurut gue merupakan tanggung jawab yang sangat besar. selain kepada tim kita juga mempunyai tanggung jawab kepada pelatih, suporter, dan banyak pihak lain. Dan gue bukan orang yang pintar dalam membagi waktu, juga ga bisa multi tasking. Memiliki banyak tanggung jawab akan memperheboh keseharian gue.

Gue juga pengen bisa salto kaya gini nih : D


4. yang terakhir, kalo gue laki-laki, gue akan berusaha sekuat mungkin untuk ga nyakitin perempuan. (oke guys, ini part yang paling sinetron). Entah ibu, adek, kakak, Istri, temen, orang yang kita sayang, atao ibu-ibu dijlanan. Perempuan itu hadir dengan keistimewaan yang ga dimiliki laki-laki. Perempuan itu bisa merasa tersakiti dengan banyak cara. Bahkan dengan melakukan hal-hal yang engga kalian sangka bahwa itu adalah masalah.

*Kalo Jadi ayah, gue akan sekuat tenaga menjaga anak perempuan gue

*Kalo jadi Anak, gue akan sujud berbakti kepada Ummi gue, dan ga akan membiarkan satu tetespun airmatanya keluar karena mikirin gue.

*Kalo jadi Kakak gue akan memberikan contoh yang baik kepada adek perempuan gue.

*Kalo jadi suami, gue akan jadi Imam buat istri gue (ini harapan yang standar banget emang)

*Kalo jadi temen, gue akan menghargai temen perempuan gue.

*Dan sebagai lelaki, gue akan bersikap bijak dalam menanggapi perasaan gue apabila jatuh cinta pada seseorang. Gue akan berusaha berhati-hati dalam melakukan pergerakan. Karena kalo sampe salah langkah, sangat besar kemungkinan gue akan menyakiti perasaannya.

*yah, namanya juga impian, pasti yang bagus-bagus ya kan. : D

Tuesday, May 10, 2011

They are my Soul Robber

Setelah pake acara bete2an sama anak-anak (ikbal dan malik) akhirnya acara ngumpul di rumah BEN terlaksana dengan Asoy hari minggu kemarin. Dihadiri sekitar 20 anak krim 2006, rumah Ben menjadi rame dan seru sekali.

Awalnya gue bilang melalui Event di FB kalo Acaranya mulai jam 10 pagi. cuma gue takut kepagian jadi janjian jam 11 ketemuan sama anak2 di Stat. UI. Ga enak juga sih sebenernya sama Ben dan Keluarga, soalnya sebagai salah satu orang penggagas ide dari acara ini, gue harusnya udah di TKP dari pagi. Udah gitu nyokapnya BEN tiba-tiba udah nyiapin ayam bakar aja gitu. Duhh.. makin ga enak hati gue. (maap ya tante.. maaaaappp banget ngerepotin : D )

Singkat cerita, gue sama anak-anak yang janjian bareng (lee, lele, Iah, Ochung) baru sampe jam 12 siang. Menyusul berikutnya Uskar, Shanti sama Mamas. Ga lama kemudian Tio sama Imre, Lalu ikbal, Malik, cippy, Afghan Battani, putro, Hanna, dan Dzikri. Sabatini dan dita Yunisa dateng paling belakangan (saba jam 5.15, dita jam 5.30) bener2 ngaret sudah mendarah daging. Tapi kasian, saba lama karena harus bantuin nyokapnya di rumah, kalo dita karena ngantri tiket konser Paramore dulu.

Dari siang sampe magrib sebenernya acaranya Cuma makan-makan sama ngobrol-ngobrol (dan doa itu, gue udah bilang itu Cuma kamuflase). Ada sih sesi doanya, doa singkat sebelum makan. Setelah itu ya seperti biasa. Ngobrol-ngobrol, cerita-cerita, gosipp, ceng-cengan dan semua kegiatan yang kaitannya sama ketawa-tawa. ada juga acara main UNO bersama.


This is us !

Location : Rumah Ben

Camera Person : Adityo Dwi Laksono


Acara ini berakhir sekitar jam 07.00 malem. Setelah sholat magrib, kami pun pulang kerumah masing-masing. Acara hari minggu itu sangat membahagiakan buat kami. Karenanya gue hendak memberikan ucapan terima kasih kepada :

1. Allah Subhana Wa ta’ala. Karena sudah mempertemukan kami sebagai teman dengan ikatan yang luar biasa. Karena menaburkan cinta disetiap hati-hati kami. Dan juga karena mengizinkan terlaksananya Acara ini.

2. Nabi Muhammad SAW. I don’t know why, I just wanna deal with You in every part of my life, include in my writing

3. Wisnu Mamas “the Event Inspirator”

4. BEN (Bhakti Eko Nugroho)

5 Ben’s Mother and Father

6. semua anak-anak yang dateng. "That was amazing day, Guys !"

7. Anak-anak yang ga dateng. "I wish you were there


Ps : Waktu di Rumah Ben, Rahmat nelpon katanya udah di ITC Depok. Dan sudah bisa di tebak, sampe acara abis dia ga sampe-sampe. Dasar Mamat!!!!

Friday, May 6, 2011

Gara-gara ada di stasuin UI stenga 8 malem

When I was say “A teacher never this cool before”, its not all about your handsome face, Nor your Amazing knowledge. There’s something in you. I don’t even know what it was. something attract my mind.

He never be You, But He should be just like You..

Friday, April 29, 2011

Which card are you ?

Ngeliat Postingan terbaru dari Yudha, gue jadi ikut-ikutan pengen liat kartu gue yang mana. Setelah nemu jawabannya, ternyata hasilnya cukup seru. Just take the test, and see which card are you !


Ini nih hasil gue ..



You are The Star
Hope, expectation, Bright promises.



The Star is one of the great cards of faith, dreams realised
The Star is a card that looks to the future. It does not predict any immediate or powerful change, but it does predict hope and healing. This card suggests clarity of vision, spiritual insight. And, most importantly, that unexpected help will be coming, with water to quench your thirst, with a guiding light to the future. They might say you're a dreamer, but you're not the only one.


What Tarot Card are You?





Ps : Gue bukan orang yang percaya gini-ginian. ini murni buat seru=seruan. : D

Monday, April 25, 2011

Bukan karena Ia cantik...

Saat menjadi Amirul mu’minin, sayyidina Umar merupakan pemimpin yang sangat tegas dan bijaksana. Tentu saja dia berkaca pada kpemimpinan Rasulullah dan Abibakr, pemimpin-pemimpin yang terdahulu. Bahkan Umar merupakan pemimpin yang tidak pernah tidur kecuali bila ketiduran. Dimalam hari, Umar biasanya berkeliling kota sendirian, untuk memeriksa keadaan ummat pada zaman itu.

Di satu malam, Umar melakukan rutinitasnya seperti biasa. Ia berkeliling dan mendengar namanya disebut-sebut dalam percakapan di suatu rumah yang sangat kecil.

“Ayo kita campurkan susu ini dengan air, supaya menjadi lebih banyak dan kita bisa untung besok” Terdengar suara seorang perempuan paruh baya.

“ Tapi ibu, aku takut. Kemarin aku mendengar ceramah dari Amirul Mu’minin di tengah kota. Dia berkata, Barang siapa yang mencampur susu dengan Air dalam berdagang, maka nanti di saat pembalasan dia akan dipaksa untuk memisahkan susu tersebut dari Air. Kali ini yang terdengar adalah suara perempuan muda.

“Sudahlah, kamu tidak perlu takut. Bukankah Amirul Mu’minin tidak mengetahui perbuatan kita” Perempuan tersebut berusaha meyakinkan.

“Tapi bu, bukankah Tuhannya Amirul Mu’minin melihat kita. Bukankah Tuhannya Amirul mu’minin mengamati pergerakan kita ?”

Mendengar perkataan tersebut, Umar seakan menemukan subuah mutiara di atas pasir.


Keesokan harinya dia bertanya kepada salah satu sahabat

“Apakah kau tahu Rumah siapa itu “ Tanya Umar

“Aku tidak tahu wahai Amirul mu’minin, yang aku tahu, dirumah itu tinggal seorang Janda bersama Anak gadisnya” sahabat tersebut menjelaskan kepada Umar.

“ Apakah usia anak itu sudah layak untuk dinikahi ?” Tanya Umar lagi

“Sepertinya Sudah wahai Amirul Mu’minin”

Mendengar jawaban dari sahabatnya Umar pulang dengan hati lega. Dia tahu dia telah jatuh hati dengan gadis ini. Tanpa melihat rupanya, tanpa mengetahui namanya. Dia jatuh hati karena kecintaan Gadis tersebut dan rasa takutnya kepada Allah.


Sesampainya di Rumah, Umar mengumpulkan anak-anak laki-lakinya. Umar kemidian berkata:

“Anak-anakku, aku merasa bahwa usia kalian sudah sangat pas untuk menikah. Apakah ada diantara kalian yang imau menikahi seorang gadis yang miskin, yang Ayah tidak tahu namanya. Ayah juga tidak tahu rupanya. Ayah bahkan tidak tahu garis keturunannya. Tapi Ayah tahu bahwa dia adalah gadis yang cinta dan takut kepada Allah.”

Mendengar perkataan Ayahnya, Anak-anak Umar hanya terdiam. Tidak ada satu pun diantara mereka yang memberikan pendapat. Melihat reaksi mereka, Umar lalu berkata :

“Apabila tidak ada dari kalian yang mau, maka Ayah yang akan menikahi gadis tersebut!”

Setelah itu Umar melihat satu dari anaknya mengacungkan tangan

“Aku mau wahai Ayah. Bukan karena apa-apa, tetapi karena aku percaya bahwa yang ayah pilihkan untukku pastilah yang terbaik di sisi Allah dan Rasulullah.”

Monday, April 11, 2011

overjoyed





Over time, I've been building my castle of love
Just for two, though you never knew you were my reason
I've gone much too far for you now to say
That I've got to throw my castle away

Over dreams, I have picked out a perfect come true
Though you never knew it was of you I've been dreaming
The sandman has come from too far away
For you to say come back some other day

And though you don't believe that they do
They do come true
For did my dreams
Come true when I looked at you
And maybe too, if you would believe
You too might be
Overjoyed, over loved, over me

Over hearts, I have painfully turned every stone
Just to find, I had found what I've searched to discover
I've come much too far for me now to find
The love that I've sought can never be mine

And though you don't believe that they do
They do come true
For did my dreams
Come true when I looked at you
And maybe too, if you would believe
You too might be
Overjoyed, over loved, over me

And though the odds say improbable
What do they know
For in romance
All true love needs is a chance
And maybe with a chance you will find
You too like I
Overjoyed, over loved, over you, over you


By : Stevie Wonder