




Ini Yudha. Dia Tokoh utama dalam perjalanan ini. ini adalah kali pertama dia ke-dufan. hihihihihi... heh, jangan ketawa dulu yg baca.. dia belom ke dufan tapi udah pernah ke Universal Studio, Singapura. Tapi dia tetep exited banget pengen ke dufan dan merasakan kawasan Hiburan terbesar di Indonesia.

Ini namanya Aditio Dwi Laksono atau Tio. Kedufan dengan gaya Turis domestik lengkap dengan celana pendek dan Kacamata item yg baru beli si stasiun Kota. Sempet ampir ga jadi ikut karena tadinya kita mao jalan tanggal 25, dimana dia ada lembur kerjaan pada hari itu. Demi antek Garuda ini gue bela2in izin dan yudha cancel janjiannya sama pacar.
Ini gue. niatnya pergi ke dufan dengan gaya tomboy casual dengan pake kaos rompi dan converse, jadinya malah kayak loper koran karena sepatu gue entah dimana dan terpaksa pake sendal jepit. Tapi lumayan lah.. at least gue ga perlu nyuci sepatu karena pasti basah kalo naik wahana arum jeram.
Prolog
Gue udah bangun pagi2 sekali sangking exited-nya mao jalan-jalan. Pas buka hape, ternyata ada Miskol dari Tio. pas gue telpon balik, Tionya ga ngangkat-ngangkat. ohh mungkin dia masih tidur. Gue langsung mandi rapih-rapih dan siap-siap jalan karena gue janjian sama Tio buat berangkat pagi supaya engga berdesakan ngantri tiket masuk. Man, ini hari Sabtu. Pasti Dufan Penuh.
Setelah mandi gue telponin Tio lagi dan ga ada jawaban. berulang kali dan tetep ga ada jawaban. Gue mulai panik. Gue kasi tau tika permasalahannya. Tika pun coba hubungin Tio kaya gue. Dari Jam 7 sampe jam 9 kami berdua panik karena ga ada kabar sama sekali dari Tio. Berbagai macam cara kami (gue dan tika) lakukan buat hubungin tio. Dari mention mas Fahri supaya bengunin Tio (Tika) sampe nelpon Erik buat minta nomor seseorang di Kosan biar bisa bangunin Tio (gue). Dan semuanya gagal. Harapan kami jalan berempat hampir hilang sampe akhirnya sekitar jam 9.12 Tio nelpon dan menjelaskan semuanya. Ternyata dia kecapean banget karena kejebak macet 4 jam semalemnya, dan Hapenya di colok ke laptop jadi Modem jadi ga bisa di Telpon. Kamipun berangkat akhirnya. Gue naik Busway langsung ke Ancol. Tio Naek kereta sampe Kota terusin naek angkot. Tika nunggu Yudha dulu dan berangkat naik busway juga
Para sahabat berkumpul untuk mendiskusikan siapa yang kira-kira berani membaca Al-quran di depan ka’bah. Karena penjagaan dari abu Jahal dan teman-temannya yang begitu ketat, membaca Al-quran menjadi hal yang sangat sulit di lakukan. Akhirnya ada salah satu dari mereka yang memberanikan diri untuk membacanya. Namanya Ibnu Mas’ud. Perawakannya yang paling kecil bila dibandingkan dengan sahabat lainnya.
Setelah mendapatkan izin dari Rasulullah, Ibnu Mas’ud pun memberanikan diri membaca Al-quran dengan lantang di depan Ka’bah. Merasa terganggu dengan yang dilakukan ibnu Mas’ud, Abu Jahal mendekatinya dan menyuruhnya untuk berhenti. Ibnu mas’ud tidak gentar dan terus membaca. Abu Jahal menunduk dan kembali memperingatkan Ibnu Mas’ud untuk berhenti. Ibnu mas’ud tetap dengan pendiriannya. Walaupun dengan suara yang mulai bergetar, beliau tetap membacakan al-quran. Setelah habis kesabaran, akhirnya Abu Jahal memukul Ibnu Mas’ud sampai terpental. Dari telinganya keluar darah. Ibnu mas’ud tetap membaca sampai akhirnya badannya tidak kuat lagi menahan sakit dan pingsan di hadapan Abu Jahal.
Mendengar peristiwa yang dialami sahabatnya, Rasulullah menghampiri Ibnu mas’ud. Rasulullah mengusap telinga Ibnu Mas’ud dan berkata :
“tenang saja sahabatku, akan tiba waktunya untukmu”
Apa yang disampaikan Rasulullah pun menjadi kenyataan. Ketika perang Badar, Abu Jahal tumbang di tangan Rasulullah. Beliau pun meminta sahabat untuk memanggil Ibnu Mas’ud.
“Inilah kewajibanmu wahai sahabatku, bunuhlah dia dengan baik “
Ibnu Mas’ud dengan badannya yang kecil menungggangi badan Abu Jahal dan bersiap untuk memotong lehernya. Namun disaat yang sama Abu Jahal meminta Ibnu Mas’ud untuk mendekatkan kepalanya. Subhanallah, Mungkin dia mau bertaubat. Pikir Ibnu Mas’ud. Tetapi kenyataannya berbeda. Dalam keadaan yang terjepit, bu Jahal berkata :
“Katakan Pada sahabatmu (Rasulullah), Aku adalah musuhnya, di dunia dan akhirat”
Mendengar perkataannya, tanpa pikir panjang, Ibnu Mas’ud langsung memenggal kepala Abu jahal, dan membawanya kehadapan Rasulullah.
“Kau tahu, wahai Rasulullah, sebelum aku penggal kepalanya, dia berkata bahwa ia adalah musuhmu di dunia dan akhirat”
Rasulullah hanya tersenyum dan berkata
“Ternyata Firaun untuk umatku jebih jahat dibandingkan Firaun untuk Ummat Nabi Mussa”*
------------------------------------------------
*Firaun di Zaman Nabi Musa memohon ampunan kepada Allah ketika dia dan pasukannya gagal menangkap Nabi Mussa dan tenggelam di lautan.

Bendera hasil pinjaman :p
dari kiri ke kanan :
i heart them :)
I heart them (part 2)


Diamond
| Rp. 1,500,000 | A / Diamond |
Emerald
| Rp. 750,000 | BL & BR / Emerald |
Sapphire
| Rp. 350,000 | CL & CR / Sapphire |
