Wednesday, January 25, 2012

*Smooch*

I Miss you and your Goals. And it paid. Last Night.

Friday, January 20, 2012

Nike Dunk High


Ada yang mau beliin gue ga?!
:p

Thursday, January 19, 2012

Gara-gara Barca!!

Seperti kesirep, gue tidur sekitar jam 8 tadi malam. Saat orang-orang mungkin baru mulai makan malam. Yang lainnya masih di Jalan pulang. Banyak juga masih di kantor karena lembur. Dan gue, udah sukses tidur dengan asiknya. Gue memang berencana tidur cepat malam tadi, karena niat banget mao nonton Madrid Vs Barca. Seperti Harapan gue, Barca menang di kandang Madrid (Santiago Bernabeu) dengan Score 1-2. Berikut ada sedikit ulasan Detektif Dira atas pertandingan Pagi tadi.

Ps : *Ulasan ini berindikasi mengandung unsur subjektifitas penulis*


Ulasan dan Analisa Pertandingan REAL MADRID VS BARCELONA

Pertandingan dimulai sekitar Pukul 04.00 waktu Indonesia. Barcelona Menerapkan Formasi 4-3-3 dengan memposisikan Fabregaz Di Lini terdepan dengan Messi dan Alexis di Kanan-kirinya. Kipper yang turun dalam pertandingan ini Adalah Pinto, Karena pelatih Pep Guardiola mengintruksikannya untuk menjadi kipper utama di ajang Copa Del Rey. Formasi agak lain justru di tampilkan oleh Squad Madrid. Beberapa Nama penting seperti Di maria dan Marcelo Yang biasanya sangat vital keberadaannya justru tidak diturunkan. Analisa Detektip mah gampang aja : Pasti mereka kebanyakan pemaen jadi bingung mau nurunin siapa duluan. Baru sekitar 11 menit pertandingan dimulai, Seluruh penonton di stadion maupun di rumah uda dikejutkan oleh Gol epic Cristiano Ronaldo. Walopun gue ga demen banget sama orang ini. Gue akuin, dia memang Tajam as a stricker. Ketinggalan 0-1 ga bikin Barca patah arang. sebagai Tim terbaik Dunia, Barca tetep menampilkan permainan taktis. Bisa dilihat dari operan-operan pendek yang cantik antar setiap pemainnya. Gue rasa dalam seminggu, mereka menyiapkan waktu sekitar 4 hari cuma buat latihan kucing-kucingan. sisanya baru latian Pola. Sempat sekali operan matang dari Fabregaz kepada Alexis hampir membobol Gawang Cassilas, kalo aja engga kena tiang. Score 1-0 bertahan sampai babak pertama selesai.

Memasuki Babak kedua, Barca tetap mendominasi permainan. Dan bener aja, baru beberapa menit, sundulan keras dari Charles Puyol menggetarkan gawang si Ganteng Iker. Score jadi 1-1. Mental Madrid jadi keliatan banget drop setelah score berimbang. Satu-satunya peluang madrid adalah sundulan Kareem Benzeema yang kepentok tiang gawang. Begitu Juga di Barca, tendangan first Time Iniesta hanya membentur mistar. Semua masih biasa-biasa saja buat Madrid dan pendukungnya sebelum operan akurat dari Messi di manfaatkan dengan baik oleh Abidal. Pemain Asal Perancis yg baru saja memperpanjang kontraknya selama setahun kedepan dengan Barca ini mencatatkan namanya di papan score di menit ke 77. Gol tersebut juga merupakan Gol penentu kemenangan Barca Pagi tadi.

Diluar teknis permainan, pertandingan ini banjir Kartu kuning. tercatat Pique, Puyol, Busquest, Pepe, Coentrao, Cavalho dan Calleon. Pertandingan ini emang bisa dibilang Panas. Salah satu penyebabnya adalah si provokator Pepe. Beberapa kali Diving, Plus menghajar beberapa pemain Barca. Termasuk Messi, yang Tangan mungilnya diinjek Pepe. *Blengcek lo PE!*. Emang mungkin pemain Madrid udah kehabisan akal untuk menghentikan pergerakan Messi. Coentrao pun ikut-ikut nge-dorong kepala Messi.

------------------------------------------------------

Ada satu hal terakhir yang pengen gue bahas (di luar konteks pertandingan, tapi masih related sama postingan ini) . Salah satu acc. twitter yang gue follow nge-tweet kira-kira begini :

"gue memutuskan untuk meng-unfolow seseorang yang gue kagumi karena dia fans Barca dan tweetnya bikin mata dan kuping gue panas. Sori, Madrid Keyakinan gue setelah Islam"

Terus gue bengong-bengong-bingung. Yang di Unfollow juga sebenernya bukan gue.
Hal yang bikin gue bingung antara lain :

1. Emang sampe segitu cinta-nya elo sama Madrid itu sampe-sampe meng un-follow orang yang lo bilang "Lo kagumi"?. Emang ga bisa di pahami sebagai keaneka-ragaman pendapat ya?.

2. Tweet2 lo + kata-kata kasarnya juga ganggu kok buat gue yang notabane nya Fans Barca. Biarpun lo nge-tweet pake bahasa Spanyol. emang lo lupa kalo ada google translate, huh!?. Tapi gue ga un-follow lo tuh. Karena bagemanapun juga, lo temen gue dan termasuk orang yang gue kagumi. beneran. serius.

3. Pernyataan kalo Madrid itu keyakinan lo setelah Islam itu bikin gue mao ketawa sebenernya. Pertama karena gue tau banget lo tuh ga ngerti apa-apa sebenernya tentang bola. Mungkin lo cuma tau Madrid Pemainnya bagus-bagus mulai dari CR, Kaka, Mesut Ozil, Benzemaa, sampe si ganteng Iker. Jangan-jangan lo juga ga tau Offside itu kya apa. Kedua, melihat background lo, gue yakin banget tweet lo itu dibuat atas dasar emosi semata.


Ps : yang warna biru berarti pendapat gue pribadi
yang warna merah bisa dipertanggung jawabkan

Wednesday, January 18, 2012

Memorable- 5

Postingan kali ini tadinya akan berisikan amarah. gue akan berubah jadi titisan dewi petir yang nyamber-nyamber pohon Beringin. bikin daun-daun jadi rontok. dahan-dahan jadi patah. ranting bertebaran, terbang cepat membahayakan. iyah. lebih seperti suatu scene di film 'jenglot vs Kolor Ijo'.Tapi setelah gue pikir-pikir, gue lebih baik santai sambil makan Petai. dan Selow kaya kerbow. Jadi gue memutuskan untuk cerita yang lain.


Yang Sidang siapa, Woy!

As everybody knows, keadaan sekitar sangat mempengaruhi Mood dan tingkah laku gue. Belom lama ini, tepatnya hari Senin tanggal 9 Januari yang lalu, Salah satu teman gue, Battani, Sidang Skripsi. Pas tau gue dateng, Batt langsung ngomong.

Batt : Please, Bob lo jangan Panik, nanti paniknya nular

Gue : Santai batt.. *kedips*


5 Menit Kemudian......

Gue : " Batt Laptopnya manaaa?! Batt Ini makanannya kok Belom di siapin?! Aduh Batt Kok Lama
Banget Sih pengujinyaaa... Batt Telponin Batt.. Telpioninnn....... "
Batt : "Iya bobbb... santai -santaii....lo jangan heboh .."


Bat pasti rasanya pengen ngelempar gue dari jendela.

Tuesday, January 17, 2012

Ef Wai Ai


I think I should know you better. Not by sharing number.
but by get close to each other.
I think I don't know how to start. When others had Finished Fast. I'm still here waiting and calculating possibility. Asking and thinking. Too much reasoning.



P.s: This Words doesn't tend to anything. Just For Your Information.

Monday, January 2, 2012

Holly 93'

Yang semalem nonton Liga Inggris (BPL) antara Sunderlan vs Manchester City, pasti sama kagetnya ama gue.Pertandingan sengit yang selama lebih dari 90 menit imbang itu, akhirnya berakhir indah buat Sunderland.

Dari menit-menit awal, permainan memang di kuasai oleh City. Komposisi pemainnya yang merata membuat Subderland ga punya pilihan lain selain bertahan. Statistik di Babak pertama menunjukkan bahwa memang Dominasi dipegang oleh Manchester. Mendominasi permainan selama lebih dari satu babak tidak juga membuahkan hasil untuk city. Pelatih Roberto Manchini pun mengganti Samir Nasri dengan David Silva di awal-awal babak kedua.

Untuk memperbaiki keadaan, Sunderland juga beberapa kali melakukan pergantian pemain. Salah satunya adalah yang merupakan pencetak Gol Dramatis di menit ke 93, Ji Dong Won. Masuk di Menit ke 79 menggantikan Bendtner, Ji menggagalkan impian City untuk mengokohkan posisinya dipuncak Klasmen sementara Liga Inggris. Walopun Gol itu sepertinya Offside, Ji tetap pahlawan buat Sunderland tadi malam.

As we all know, pertandingan sepak bola itu sulit banget diprediksi. Manchester City yang dari Awal udah mendominasi akhirnya gagal di menit terakhir. Menurut pelatihnya sendiri, kebanyakan pemain belakang City terlalu napsu bantuin nyerang sehingga belakangnya justru kosong dan dapat dimanfaatin sama striker asal Korea tersebut.

Hasil imbang ini bikin BPL makin seru karena di pertandingan lain, MU juga Kalah dari Blackburn 3-2.

Good job, Asian !


Wednesday, December 28, 2011

Memorable - 4

Saba beats the Professor !


Senin Pagi, Kelas Kejahatan Politik 2007

Pagi itu agak mendung. Gue celingukan di kelas yang 80 persennya ber-isi senior kami, angkatan 2004. Gue perhatiin satu-satu temen seangkatan. Tio ada. Tika ada. Lele ada. Hani ada. Eldi ada. Dona ada. Saba belom ada. kami bertujuh panik. sudah sekitar 20 menit Prof. AM memberikan kuliah tapi Saba tetep blm dateng. Toleransi keterlambatan di kelas ini sama seperti kelas-kelas lainnya. 30 menit. Dan dipertemuan sebelomnya kami beberapa kali melihat senior diusir oleh sang Profesor karena keterlambatan mereka.

Dan sekarang udah 8.25. Gue dan hani sibuk sms-in saba. Menurut info dari dia, dia masih di dalam kereta, tepatnya di stasiun Universitas Pancasila. Gue dan hani akhirnya pasrah dan menginstruksikan kpd saba buat ga masuk kelas karena kami yakin banget kalo dia bakal di usir. Tapi saba bukan tipe yg suka menyerah. Dia bilang : "Engga papa! gue tetep Masuk. Tunggu ya, gue akan lari dari stasiunn!"

Kami tetep menunggu sampe akhirnya jam di kelas menunjukkan pukul 8.35 dan terdengar ketokan pintu. Gue Yakin itu pasti Saba. Daun pintu yg berisik itu akhirnya terbuka. Saba masuk dengan rambut berantakan, napas yg terengah-engah dan dengan Percaya dirinya menuju bangku yg kosong di deret belakang. Melihat Saba Profesor langsung menghentikan kuliahnya dan menegur saba :

Proffesor AM : " Tunggu Dulu ! kamu Ga tau sudah jam berapa ini ! "

saba menghentikan langkahnya sambil masih terengah-engah

Saba : "Sebentar, Prof..."

sambil mengangkat tangan ke arah Professor, pernyataan saba menandakan seperti ia meminta waktu untuk menetralkan lelahnya. menstabilkan nafasnya. Selama beberapa saat kami, seisi kelas, menunggu kata-kata yang akan keluar dari Saba. Dan anehnya, Sang Professor juga ikut membisu melihat tingkah Saba. Setelah terlihat membaik, Saba memperbaiki mimiknya, mengeluarkan senyumannya dan melihat ke arah Arlojinya.

Saba : Sekarang jam 8. 30 Tepat !!!

Gue panik banget saat itu dan yakin saba akan di semprot karena bahkan di Jam yang terpasang di kelas waktu sudah lewat dari jam 8.30. Tapi yg terjadi sebaliknya. Profesor terlihat kikuk dengan kepercayaan diri Saba.

Professor : "okee... Kamu Boleh duduk"
Saba : "Terimakasih Proff.."

Gue, mungkin seisi kelas, menahan tawa ngeliat kejadian itu. Ngeliat Saba, Juga Professor yang ga berkutik karena tinggkahnya. Kalo kata saba ini adalah buah manis karena ke gigihannya.



"you don't know how much i miss hear you laughing, sab. "

Sunday, December 25, 2011

Nigth At The Carousel

"Life is like a Carousel: Sometimes you’re up and sometimes you’re down. Sometimes you just go round and round. Just remember to enjoy the ride!” source










Dufan Punya Kita !

Setelah penantian 5.5 tahun (24 tahun buat Yudha :p) akhirnya gue jadi juga ke Dufan sama temen-temen Krim 2006. Sudah bisa di prediksi sebelomnya, peminat trip kali ini hanya 4 orang saja. Bermodal nekat dengan pergi di hari sabtu menjelang akhir tahun, gue dan teman-teman tetep berangkat walopun banyak badai menghadang. *berlebihan*

Sebelom bercerita panjang tentang perjalanan kemarin, gue akan perkenalkan satu-persatu tokoh yg terlibat dalam cerita ini.



Ini Yudha. Dia Tokoh utama dalam perjalanan ini. ini adalah kali pertama dia ke-dufan. hihihihihi... heh, jangan ketawa dulu yg baca.. dia belom ke dufan tapi udah pernah ke Universal Studio, Singapura. Tapi dia tetep exited banget pengen ke dufan dan merasakan kawasan Hiburan terbesar di Indonesia.




Ini Rininta Kartika (Tika). Dia sama gue yg paling semangat merealisasikan trip ini. Jalan2 kali ini bisa dibilang juga perpisahan buat Tika karena Januari 2012 akan di tugaskan ke Surabaya dari kantornya.



Ini namanya Aditio Dwi Laksono atau Tio. Kedufan dengan gaya Turis domestik lengkap dengan celana pendek dan Kacamata item yg baru beli si stasiun Kota. Sempet ampir ga jadi ikut karena tadinya kita mao jalan tanggal 25, dimana dia ada lembur kerjaan pada hari itu. Demi antek Garuda ini gue bela2in izin dan yudha cancel janjiannya sama pacar.



Ini gue. niatnya pergi ke dufan dengan gaya tomboy casual dengan pake kaos rompi dan converse, jadinya malah kayak loper koran karena sepatu gue entah dimana dan terpaksa pake sendal jepit. Tapi lumayan lah.. at least gue ga perlu nyuci sepatu karena pasti basah kalo naik wahana arum jeram.

Prolog
Gue udah bangun pagi2 sekali sangking exited-nya mao jalan-jalan. Pas buka hape, ternyata ada Miskol dari Tio. pas gue telpon balik, Tionya ga ngangkat-ngangkat. ohh mungkin dia masih tidur. Gue langsung mandi rapih-rapih dan siap-siap jalan karena gue janjian sama Tio buat berangkat pagi supaya engga berdesakan ngantri tiket masuk. Man, ini hari Sabtu. Pasti Dufan Penuh.

Setelah mandi gue telponin Tio lagi dan ga ada jawaban. berulang kali dan tetep ga ada jawaban. Gue mulai panik. Gue kasi tau tika permasalahannya. Tika pun coba hubungin Tio kaya gue. Dari Jam 7 sampe jam 9 kami berdua panik karena ga ada kabar sama sekali dari Tio. Berbagai macam cara kami (gue dan tika) lakukan buat hubungin tio. Dari mention mas Fahri supaya bengunin Tio (Tika) sampe nelpon Erik buat minta nomor seseorang di Kosan biar bisa bangunin Tio (gue). Dan semuanya gagal. Harapan kami jalan berempat hampir hilang sampe akhirnya sekitar jam 9.12 Tio nelpon dan menjelaskan semuanya. Ternyata dia kecapean banget karena kejebak macet 4 jam semalemnya, dan Hapenya di colok ke laptop jadi Modem jadi ga bisa di Telpon. Kamipun berangkat akhirnya. Gue naik Busway langsung ke Ancol. Tio Naek kereta sampe Kota terusin naek angkot. Tika nunggu Yudha dulu dan berangkat naik busway juga



Dont Judge Dufan from its Ticket Counter
Nyampe dufan sendirian, karena emang jalannya misah-misah. Jalur Busway Salemba-Ancol cukup bersahabat, perjalanan gue hanya memakan waktu 20 menit. Jam sepuluh tepat gue turun dari busway. Tio masih di kereta dan Yudha-Tika sedang menuju Halte busway Kp. Melayu. Gue menusuri jalan dari Halte ke ticket counter Dufan bareng Ababils (ABG Labil - Jamak) yang sangat heboh. gue sempet mendengar beberapa percakapan mereka selama berjalan.


Ababil 1 : 'Woi, kita beloknya kemari, itu loketnya udah deket' (ngomongnya kenceng banget)

gue (dalam hati) : kenapa mereka harus teriak2 ya??

Ababil 2 : 'Ya maap, gue ga biasa naek Busway..' (Ini lebih teriak lagi)

gue : berjalan gontai. rada-rada nyesel kenapa juga harus bareng mereka -____-

Ababil 1 : 'Yaelah nora banget lo masa baru sekali naek Busway..'

Ababil 2 : 'Yaiyalah gue ga pernah naik Busway ke Dufan. Biasanya kan dianter sama Ayah, langsung sampe loket, terus ayah deh yang markir mobil. jadi gue langsung ga pake jalan..' (ngomongnya menggebu-gebu kaya lagi orasi)

gue : oke, pembahasannya mulai ga penting dan cenderung pamer. kenapa jalan bareng hanya sekitar 300 meter dengan mereka rasanya seperti seabad

Ababil 3, 4, 5 sampe 9 : "iya gue juga gitu. iya gue juga dianter sampe loket. iya gue juga langsung ga pake jalan" (semuanya sambil teriak-teriak)

Gue : Jalan sendirian itu emang ga enak. kita jadi ikutan fokus sama urusan orang


lucu juga kalo di inget2 sangking takjubnya sama tuh ababils, dari awalnya gue mencaci-maki ke labilan mereka, sampe akhirnya gue pasrah. Dan gue akhirnya tambah pasrah ketika liat antrian tiket dufan.Saat itu udah 10.10 dan loketnya udah penuh sama orang. Parahnya, temen2 gue masih pada di jalan. niatnya gue mao ngantri aja dan langsung beli 4 tiket. tapi pas liat harganya, gue langsung keluar dari antrian 180 x 4 = rp.720.000 duit gue ga ada sebanyak itu. Gue nunggu beli tiket sampe akhirnya anak-anak dateng. Pertama Tio, dan ga lama Yudha sama Tika dateng juga.
Kita akhirnya masuk dufan sekitar jam 11.30. Tio dan Yudha masuk langsung lari-lari. Yudha bahkan teriak


"Aaaaaa... gue 24 tahun dan baru pernah kedufan!!!!"

Melihat mereka lari-lari, gue sama tika ikutan lari-lari sambil ketawa-ketawa. kami ga peduli diliatin banyak orang. Tio dengan segala inisiatipnya langsung menuju antrian KoraKora, wahana pertama yg kami naiki. Setelah itu kami naik Hysteria, Power Surge. Waktu menunjukkan sekitar 12.15 saat kami memutuskan untuk sholat dulu sebelom melanjutkan rekreasi. Setelah sholat kami lanjut Niagara dan masuk ke rumah kaca. setelah naik beberapa wahana kami baru sadar. Gila hari ini Dufannya Ga Rame, Bahkan ini Sepi. Yeay! Dari setengah 12 sam pe jam 1 siang kami udah naek 4 wahana inti, sempet shotat dan masuk ke rumah kaca. Mantep.

Beruntungnya kami, di Dufan lagi ada pementasan teater Musikal Laskar Pelangi. Tio menyarankan kami untuk nonton karena dia udah pernah nonton sebelomnya di teater Jakarta. Menurut Tio, dia bayar sekitar 200 ribu untuk nonton pertunjukan itu. akan sangat disayagkan kalo kita melewatkan kesempatan menonton yang gratis. Walaupun ada beberapa Part yg di potong dari yang biasanya di Pentaskan, Penampilan Dira Sugandi dan seluruh pemain lain menghipnotis gue pribadi. Gue beberapa kali nonton teater. Diantaranya yg merupakan tugas Bahasa Indonesia di SMA gue. Hampir semuanya gue tidur kalo engga smsan, ato pasang earphone denger lagu. Tapi pementasan teater ini luar biasa. gue sampe nangis yg ga ketauan sebabnya. bukan karena sedih ceritanya. bukan karena gue bisa nonton secara gratis. gue engga tau.

Selesai nonton kami langsung belok kiri menuju Mcd. Makan sampe set. 5, kami pun melanjutkan naik wahana Rajawali dan Halilintar. Setelah itu kami muter2 lagi nyari wahana. saat itu kami menuju wahana favorit yudha (lagi) yautu Power surge. Gue ga suka naik itu jadi gue putuskan untuk ga ikutan. kami berputar terus dari wahana satu ke wahana lainnya. bahkan pada saat naik Ontang-anting, dan Kora - kora (kedua) Wahana itu isinya cuma kami berempat. akhirnya sampe Jam 8 Kami masih ada di Dufan. Sampe bener-bener tutup.

Epilog
Kami berempat puas banget dengan trip kemarin. Keluar arena Dufan sambil ketawa-ketawa liat foto. Di Busway, Tio dan yudha ketiduran. gue ga bisa ngeliat tika karena kelaingan orang yg berdiri. Gue sendiri duduk dan baru berasa badan pegel-pegel. Tapi ga papa. worth dengan apa yg kami dapatkan. Sebelom pulang kami makan nasi uduk Hj. Nunung di emperan kampung melayu. Makan sambil cerita-cerita lagi. Setelahnya baru kami pulang ke rumah masing-masing. Foto-foto lainnya akan ada di postingan setelah ini.

Thursday, December 8, 2011

Ibnu Mas'ud

Para sahabat berkumpul untuk mendiskusikan siapa yang kira-kira berani membaca Al-quran di depan ka’bah. Karena penjagaan dari abu Jahal dan teman-temannya yang begitu ketat, membaca Al-quran menjadi hal yang sangat sulit di lakukan. Akhirnya ada salah satu dari mereka yang memberanikan diri untuk membacanya. Namanya Ibnu Mas’ud. Perawakannya yang paling kecil bila dibandingkan dengan sahabat lainnya.

Setelah mendapatkan izin dari Rasulullah, Ibnu Mas’ud pun memberanikan diri membaca Al-quran dengan lantang di depan Ka’bah. Merasa terganggu dengan yang dilakukan ibnu Mas’ud, Abu Jahal mendekatinya dan menyuruhnya untuk berhenti. Ibnu mas’ud tidak gentar dan terus membaca. Abu Jahal menunduk dan kembali memperingatkan Ibnu Mas’ud untuk berhenti. Ibnu mas’ud tetap dengan pendiriannya. Walaupun dengan suara yang mulai bergetar, beliau tetap membacakan al-quran. Setelah habis kesabaran, akhirnya Abu Jahal memukul Ibnu Mas’ud sampai terpental. Dari telinganya keluar darah. Ibnu mas’ud tetap membaca sampai akhirnya badannya tidak kuat lagi menahan sakit dan pingsan di hadapan Abu Jahal.

Mendengar peristiwa yang dialami sahabatnya, Rasulullah menghampiri Ibnu mas’ud. Rasulullah mengusap telinga Ibnu Mas’ud dan berkata :

“tenang saja sahabatku, akan tiba waktunya untukmu”

Apa yang disampaikan Rasulullah pun menjadi kenyataan. Ketika perang Badar, Abu Jahal tumbang di tangan Rasulullah. Beliau pun meminta sahabat untuk memanggil Ibnu Mas’ud.

“Inilah kewajibanmu wahai sahabatku, bunuhlah dia dengan baik “

Ibnu Mas’ud dengan badannya yang kecil menungggangi badan Abu Jahal dan bersiap untuk memotong lehernya. Namun disaat yang sama Abu Jahal meminta Ibnu Mas’ud untuk mendekatkan kepalanya. Subhanallah, Mungkin dia mau bertaubat. Pikir Ibnu Mas’ud. Tetapi kenyataannya berbeda. Dalam keadaan yang terjepit, bu Jahal berkata :

“Katakan Pada sahabatmu (Rasulullah), Aku adalah musuhnya, di dunia dan akhirat”

Mendengar perkataannya, tanpa pikir panjang, Ibnu Mas’ud langsung memenggal kepala Abu jahal, dan membawanya kehadapan Rasulullah.

“Kau tahu, wahai Rasulullah, sebelum aku penggal kepalanya, dia berkata bahwa ia adalah musuhmu di dunia dan akhirat”

Rasulullah hanya tersenyum dan berkata

“Ternyata Firaun untuk umatku jebih jahat dibandingkan Firaun untuk Ummat Nabi Mussa”*

------------------------------------------------

*Firaun di Zaman Nabi Musa memohon ampunan kepada Allah ketika dia dan pasukannya gagal menangkap Nabi Mussa dan tenggelam di lautan.